Pemprov optimistis 2020 separuh kabupaten/kota di Kalteng realisasikan KLA

id Pemprov kalteng, kalteng, kalimantan tengah, kla, kabupaten layak anak, provila, provinsi layak anak, anak, perempuan, rian tangkudung, dp3ap2kb

Pemprov optimistis 2020 separuh kabupaten/kota di Kalteng realisasikan KLA

Kepala DP3AP2KB Kalteng Rian Tangkudung. (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah optimistis, pada 2020 ini separuh dari jumlah keseluruhan kabupaten dan kota di wilayahnya bisa mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak atau KLA.

"Semuanya berpeluang, tapi kami memperkirakan separuhnya bisa tercapai," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kalteng Rian Tangkudung di Palangka Raya, Selasa.

Indikator utama KLA diantaranya terpenuhinya hak sipil anak, seperti setiap anak yang lahir harus memiliki akta kelahiran maupun tercatat pada kartu keluarga.

Saat ini baru dua kabupaten yang berhasil mewujudkan KLA di Kalteng, yakni Katingan dan Lamandau. Namun jika melihat kondisi pada masing-masing wilayah di Kalteng, pihaknya optimis daerah lainnya bisa segera melakukan hal yang sama.

Optimisme itu dilatarbelakangi berbagai macam kondisi, seperti puskesmas ramah anak maupun sekolah ramah anak. Menurutnya, sudah banyak sekolah di Kalteng yang telah memenuhi kriteria tersebut, namun belum tercatat.

"Hal itu merupakan beberapa indikator KLA lainnya yang harus dipenuhi oleh kabupaten dan kota. Selama ini sejumlah daerah, secara administratif masih ada yang terkendala dalam pengisian indikatornya," ungkap Rian.

Baca juga: Raihan predikat KLA Katingan dan Lamandau harus dicontoh daerah lain

Baca juga: DPRD Kotim dorong wujudkan Desa Layak Anak


Untuk itu sejumlah kendala yang masih ditemui itu akan pihaknya tangani bersama, sehingga pada akhirnya seluruh kabupaten dan kota di Kalteng bisa mewujudkan KLA. Ia optimis pada 2021-2022 mendatang bisa merealisasikan hal tersebut.

Terlebih penilaian KLA kini tak lagi dilakukan oleh pemerintah pusat, namun dilakukan oleh pemprov. Apabila semua daerah bisa mencapai KLA, maka selanjutnya barulah Kalteng akan menjadi Provinsi Layak Anak atau Provila.

"Sejauh ini komitmen para kepala daerah mewujudkan KLA sangatlah baik, hal itu bisa kita lihat dari berbagai pembangunan yang dilaksanakan guna memenuhi indikator sesuai ketentuan," katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, KLA juga sebagai salah satu upaya mencegah dan mengentaskan kekerasan terhadap anak dan perempuan pada suatu daerah. Selama ini pada kasus-kasus kekerasan dan penyimpangan lain yang ditemui, proses pemulihan korban berjalan cukup baik.

Baca juga: Pemkab Barsel bertekad wujudkan kabupaten layak anak

Baca juga: DPRD dorong pembangunan sarana dan prasarana KLA di Bartim