Tingkatkan pengawasan orang dari luar daerah ke Bartim

id Pemkab bartim, bartim, barito timur, tamiang layang, perketat, pengawasan, virus corona, covid 19

Tingkatkan pengawasan orang dari luar daerah ke Bartim

Kepala Dinas Kesehatan Barito Timur dr Simon Biring. (ANTARA/Habibullah)

Tamiang Layang (ANTARA) - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah memperketat pengawasan masuknya setiap orang, baik warga setempat maupun dari luar daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Bartim Simon Biring di Tamiang Layang, Senin mengatakan, usulan memperketat pengawasan tersebut, telah disampaikan kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 setempat.

"Sudah kami sampaikan kepada tim dan kami juga memohon kesadaran masyarakat yang pulang dari Palangka Raya, Banjarmasin, Balikpapan maupun daerah transmisi lain di Indonesia agar melapor ke Puskesmas terdekat," katanya.

Menurutnya, warga yang melaporkan diri juga perlu mengisolasi diri secara mandiri selama 14 hari, sebagai upaya memutus rantai penyebaran COVID-19 di Bartim.

Pengetatan pengawasan dilakukan kepada setiap orang yang datang dari Palangka Raya dan zona merah COVID-19, dengan diperiksa suhu tubuh dan dilakukan pendataan oleh petugas kesehatan yang berjaga di posko pemantauan.

"Palangka Raya ditetapkan area transmisi lokal. Mohon kalau dari Palangka Raya maupun area transmisi lokal lainnya, agar melapor ke Puskesmas terdekat," jelas Simon.

Data Tim Gugus Tugas COVID-19 Kalteng menyebutkan, di Palangka Raya terdapat 103 orang dalam pemantauan (ODP), 16 pasien dalam pengawasan (PDP), 15 kasus positif COVID-19 dan delapan orang diantaranya sembuh. Sedangkan di Bartim terdapat 20 ODP, satu orang positif COVID-19 dan PDP masih nihil.

Ia juga meminta warga Bartim memakai masker saat keluar rumah, sebagai upaya menghindari terjangkitnya COVID-19 dari orang tanpa gejala (OTG). Sebab, bisa saja orang tersebut terjangkit COVID-19 namun tidak memiliki gejala COVID-19.

"Warga bisa memakai masker yang terbuat dari kain atau membuatnya secara mandiri. Jadi, tidak harus memakai masker buatan pabrik," tegas Simon.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar