Pascavaksinasi COVID-19 tahap II, seorang pria dilarikan ke RS

id vaksinasi,Sukabumi, Jabar,Usai pascavaksinasi COVID-19 tahap II, seorang pria dilarikan ke RS, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi,vaksinasi wartaw

Pascavaksinasi COVID-19 tahap II, seorang pria dilarikan ke RS

Ilustrasi - Petugas medis menyuntikan vaksin COVID-19 Sinovac kepada seorang wartawan, di Kantor Kesehatan Pelabuhan, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (10/3/2021). Vaksinasi tahap pertama tersebut dikuti sebanyak 65 wartawan Kota Palangkaraya yang bertugas di lapangan sebagai upaya membantu program pemerintah dalam upaya percepatan penanggulangan pandemi COVID-19. (ANTARA/Makna Zaezar)

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Seorang pria warga Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat yang diketahui bernama Madropi (57) sempat harus dilarikan ke RSUD Sekarwangi Cibadak karena mengeluhkan sakit pascavaksinasi COVID-19 tahap II beberapa waktu lalu.

"Awalnya yang bersangkutan tidak mengeluhkan sakit setelah menjalani vaksinasi, bahkan setelah diobeservasi pun tidak ada keluhan lainnya atau normal seperti biasa," kata Kepala Puskesmas Cikidang, Asep Gumelar, SKM, M.Si di Sukabumi, Senin

Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga Kampung Ciater, RT 001/02, Desa Bumisari tersebut menjalani vaksinasi tahap II pada Kamis (6/5), di mana sesuai standar operasional prosedur (SOP) sebelum pulang harus menjalani observasi terlebih dahulu selama 30 menit dan sama sekali tidak mengeluhkan sakit.

Namun, katanya, setelah dua hari kemudian atau tepatnya pada Sabtu (8/9) yang bersangkutan tiba-tiba mengalami demam, batuk, pilek, mual, muntah, mencret dan sakit kepala,

Tapi yang disayangkan pihaknya, warga tersebut bukannya melapor kepada petugas petugas layanan kesehatan terdekat, justri malah mengunggah kondisinya itu ke media sosial Facebook, dan kemudian sempat menjadi perbincangan.

Padahal belum bisa dipastikan sakit yang dialami Madropi itu ada kaitannya dengan vaksinasi COVID-19, karena dari hasil observasi dan skrining 30 menit usai divaksin tidak menunjukkan adanya gejala sakit maupun alergi.

Petugas medis yang menerima informasi itu langsung bertindak cepat untuk memastikan kondisi warga itu dengan melakukan pemeriksaan tahapan (anamnesa) dan pemeriksaa tanda tanda vital.

"Dalam melakukan pemeriksaan tersebut petugas medis pun didampingi personel Satpol PP, Babinsa dan Bhabinkatibmas setempat. Hasilnya beliau mengalami mencret kurang lebih lima kali dalam 24 Jam, mual, muntah-muntah, demam dan pusing. Selain itu, sudah diberikan obat sementara dan diberikan petunjuk maka serta minum oleh dokter," katanya.

Ia mengatakan hingga saat ini pasien tersebut masih mengeluh mencret tiga kali dalam lima jam, mual, muntah, demam, pusing serta sulit makan. Pihaknya pun sudah meminta persetujuan keluarga pasien untuk dibawa ke puskesmas dan dirujuk ke RSUD Sekarwangi.

Meskipun masih mengalami gejala yang serupa, tetapi kondisi kesehatannya sudah mulai membaik dan sesuai SOP harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan, pemeriksaan serta tindakan medis lebih lanjut, demikian Asep Gumelar.

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar