Sampai saat ini belum ada kematian akibat varian Omicron

id varian Omicron,kematian varian Omicron,Sampai saat ini belum ada kematian akibat varian Omicron

Sampai saat ini belum ada kematian akibat varian Omicron

Seorang penumpang tiba di terminal internasional Bandara Sydney di Sydney, Australia, Senin (29/11/2021), saat negara-negara mengambil langkah untuk menangani kemunculan kasus COVID-19 varian Omicron. ANTARA/AAP Image/James Gourley via REUTERS/tm

Jenewa (ANTARA) - Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (3/12) mengatakan bahwa sejauh ini belum ada laporan mengenai kematian akibat COVID-19 varian Omicron.

WHO  menekankan bahwa varian Delta masih menjadi fokus dalam memerangi pandemi.

Christian Lindmeier saat konferensi pers mengatakan kepada wartawan bahwa WHO masih mengumpulkan bukti tentang varian baru yang ditemukan di Afrika Selatan pada 11 November dan dinamai Omicron sekitar sepekan yang lalu.

"Kami belum menerima laporan kematian terkait Omicron," kata Lindmeier.

Baca juga: Wall St berakhir merosot terseret kekhawatiran Omicron, tapering Fed
"Jangan lupa juga bahwa varian dominan saat ini masih Delta. Omicron mungkin sedang populer dan kami mungkin akan sampai ke titik di mana (Omicron) mengambil alih sebagai varian dominan."

Lindmeier menuturkan bahwa dunia perlu melindungi diri terhadap varian Delta.

Semenjak COVID-19 pertama kali ditemukan hampir dua tahun silam, WHO telah mengonfirmasi hampir 263 juta kasus dan 5,22 juta lebih kematian secara global.

"Semakin banyak negara yang terus memburu dan terus memeriksa orang-orang dan secara khusus mencari varian Omicron, kami juga akan menemukan lebih banyak kasus dan informasi dan, semoga tidak, juga kemungkinan kematian," katanya.

Setelah varian Omicron terdeteksi di Botswana dan Afrika Selatan, sejumlah negara di Eropa dan Amerika Utara pekan lalu menerapkan pembatasan perjalanan terhadap negara-negara di kawasan Afrika selatan dan bahkan melarang penerbangan.

Langkah itu menuai kecaman dari para pejabat di PBB, WHO, agen perjalanan internasional dan asosiasi pekerja.

"Daripada melihat penutupan perbatasan, pembatasan dan sebagainya, jauh lebih baik untuk mempersiapkan negara anda, sistem kesehatan anda atas kemungkinan kasus yang muncul", katanya.

"Kami cukup yakin bahwa varian Omicron ini akan meluas. Delta juga berasal dari suatu tempat. Dan kini kami mempunyai (Delta) itu sebagai varian dominan di lebih dari 90 persen dunia."

Sumber: Anadolu

Penerjemah: Asri Mayang Sari

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2021