BPS: Tujuh kelompok penyebab Kalteng alami inflasi 0,11 pada September 2023

id Badan Pusat Statistik, BPS, kalimantan tengah, kalteng, ihk di kalteng, inflasi di kalteng, inflasi kalteng selama september 2023 ,Kepala BPS Kalteng

BPS: Tujuh kelompok penyebab Kalteng alami inflasi 0,11 pada September 2023

Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro saat memaparkan perkembangan IHK di provinsi setempat selama September 2023, Palangka Raya, Senin (2/10/2023). ANTARA/HO-BPS Kalteng.

Palangka Raya (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks harga konsumen (IHK) selama September 2023 pada level pedagang eceran di Kalimantan Tengah, berdasarkan gabungan dua kota rujukan, yakni Kota Palangka Raya dan Sampit, mengalami kenaikan jika dibandingkan Agustus 2023.

IHK di provinsi ini pada Agustus 2023 berkisar 117,28 menjadi 117,40 pada September 2023 dan itu membuat terjadinya inflasi 0,11 persen, kata Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro saat press rilis di Palangka Raya, Senin.

"Ada tujuh kelompok yang mengalami peningkatan indeks harga pada September 2023 dan menjadi penyebab terjadinya inflasi di provinsi ini," ucapnya.

Adapun ketujuh kelompok tersebut, yakni kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik sekitar 0,77 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,66 persen, kelompok pendidikan 0,58 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,27 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,18 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,03 persen, dan kelompok pakaian dan alas kaki 0,02 persen.

Meski begitu, Kepala BPS Kalteng itu mengakui bahwa ada tiga kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi atau mengalami penurunan indeks harga. Ketiga kelompok itu yakni, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turun sekitar 0,09 persen, kelompok transportasi 0,03 persen, dan kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,01 persen. Dan, kelompok kesehatan relatif stabil.

Baca juga: Ekspor Kalteng selama Juli 2023 alami penurunan 21,10 persen

"Untuk komoditas penyumbang inflasi di Kalteng, baik Palangka Raya maupun Sampit, pada September 2023, yakni beras, bensin, ketimun, dan lainnya," demikian Eko Marsoro.

Sekalipun selama September 2023 terjadi inflasi 0,11 persen, namun tingkat inflasi tahun kalender atau September 2023 terhadap Desember 2022 di Kalteng berdasarkan gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit, masih berkisar 1,52 persen. Inflasi tahun ke tahun atau September 2023 terhadap September 2022 sekitar 1,88 persen.

Baca juga: NTP Gabungan Kalteng pada Agustus 2023 alami kenaikan 0,71 persen

Baca juga: Daging ayam ras dan beras jadi penyumbang deflasi di Palangka Raya

Baca juga: IHK di Kalteng selama Agustus 2023 deflasi 0,20 persen