Kembangkan pertanian, masyarakat di Lamandau minta solusi pembukaan lahan tanpa membakar

id dprd kalteng, jubair arifin, buka lahan tanpa bakar, bakar lahan, pertanian, berladang, lamandau, kalimantan tengah

Kembangkan pertanian, masyarakat di Lamandau minta solusi pembukaan lahan tanpa membakar

Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Jubair Arifin. (ANTARA/HO-Sekretariat DPRD Kalimantan Tengah.)

Palangka Raya (ANTARA) -
Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Jubair Arifin meminta pemerintah provinsi memberikan solusi serta kebijakan untuk masyarakat dalam membuka lahan tanpa membakar, khususnya di Kelurahan Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau.
 
"Ini dilakukan tentunya untuk membantu meningkatkan sektor pertanian warga," katanya di Palangka Raya, Sabtu.
 
Dia menuturkan, masyarakat sampai dengan saat ini masih menggunakan metode membakar ketika membuka lahan, namun hal itu dikhawatirkan berbenturan dengan hukum sehingga perlu adanya solusi dari pemerintah.
 
Selain itu, di tengah kondisi cuaca Kalimantan Tengah yang akhir-akhir ini sangat terik, dikhawatirkan dampak dari membakar lahan tentunya dapat mengakibatkan kabut asap.
 
"Masyarakat di sana sangat mengharapkan adanya solusi itu, sehingga nantinya ketika membuka lahan mereka tidak lagi menggunakan metode dengan cara dibakar tapi dengan cara lain," ucapnya.

Baca juga: Kalteng Expo 2024 ajang promosi dan informasi peluang investasi
 
Jubair mengatakan, penting bagi pemerintah baik provinsi maupun Kabupaten Lamandau untuk merespon aspirasi tersebut, sebab hal itu berkaitan dengan keberlangsungan usaha pertanian masyarakat yang ada di sana.
 
Dalam hal ini, kehadiran pemerintah sangat ditunggu masyarakat. Sebab tanpa adanya solusi dan kebijakan dari pemerintah, masyarakat setempat tidak berani membuka lahan.
 
"Perlu adanya respon cepat dari pemerintah. Karena ini berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Kalau mereka tidak bisa membuka lahan, mereka kan tidak bisa mencari penghasilan," ujarnya.
 
Menurut Politisi PDI Perjuangan Kalimantan Tengah ini, solusi yang bisa diberikan pemerintah saat ini, yaitu dengan memberikan bantuan alat mesin pertanian modern dan menyarankan agar menetap di satu lahan saja tanpa harus berpindah-pindah.
 
Namun, pemerintah jangan hanya sekedar memberikan bantuan alat pertanian saja. Tetapi juga perlu adanya pendampingan dalam penggunaannya hingga masyarakat dapat melakukannya secara mandiri.
 
"Saya rasa itu bisa jadi salah satu solusi, dengan adanya bantuan alat mesin pertanian maka masyarakat akan mudah membuka lahan tanpa harus membakar, dan juga yang penting harus menetap," demikian Jubair Arifin.

Baca juga: Bank Kalteng fasilitasi UMKM optimalkan pemasaran produk di Kalteng Expo 2024

Baca juga: Porserosi miliki sejumlah prioritas pacu perkembangan olahraga di Kalteng

Baca juga: Pemprov Kalteng bantu peralatan Pokmaswas dukung pelestarian sumber daya perikanan