Sampit (ANTARA) - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah Irawati menyalurkan bantuan untuk korban kebakaran di dua lokasi berbeda, sebagai bentuk dukungan moril pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terkena musibah.
Sekalipun nilai bantuan diberikan tersebut nilainya tidak seberapa, namun itu membuktikan pemerintah hadir terhadap musibah yang dialami warga Kotim, kata Irawati di Sampit.
"Ini bentuk dukungan moril yang kami berikan, bahwa pemerintah daerah hadir secara masif bagi masyarakat yang terdampak musibah," ucapnya.
Dalam kegiatan itu, Irawati turut didampingi Kepala Dinas Sosial Kotim dan kepala desa setempat. Bantuan yang disalurkan berupa sembako dan peralatan memasak serta bantuan dasar lainnya. Pemkab Kotim juga akan menindaklanjuti proses pemulihan dengan harapan agar para korban bisa memiliki tempat tinggal walau sederhana.
Irawati menyampaikan, pada Selasa (8/7) lalu telah terjadi dua kebakaran bangunan di wilayah Kotim, yakni di Desa Bapanggang Raya Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Desa Handil Sohor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
Kebakaran ini memang tidak sampai menelan korban jiwa, namun yang pasti kerugian yang ditanggung oleh warga yang terdampak tidak sedikit. Musibah yang terjadi secara tiba-tiba ini pun tak terelakkan menimbulkan syok dari warga yang terdampak.
Oleh karena itu, Wabup Kotim itu pun berharap dengan bantuan yang disalurkan pemerintah daerah dapat menjadi dukungan moril serta memberikan semangat dan motivasi bagi warga yang terdampak agar tetap tegar dalam menghadapi musibah yang dialami.
"Yang namanya musibah tidak ada yang tau kapan datangnya, saya berharap korban diberikan ketabahan dan kesabaran atas musibah ini," ujarnya.
Irawati juga mengimbau kepada masyarakat, agar mengambil hikmah dari kejadian ini dengan lebih berhati-hati serta waspada terhadap setiap potensi yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
Terutama berkaitan dengan instalasi listrik, agar masyarakat melakukan pengecekan secara berkala dengan bantuan dari petugas PLN, karena instalasi listrik yang tidak terawat dan sudah termakan usia rawan terjadi korsleting yang memicu kebakaran.
"Juga, kalau mau meninggalkan rumah tolong dicek dulu peralatan elektronik yang menyambung ke listrik, kalau perlu copot dulu sebelum ditinggal. Karena rata-rata kebakaran di Kotim ini disebabkan korsleting, jadi kita harus lebih waspada," tandas Irawati.
Baca juga: Dinas Bina Marga Kotim kerahkan alat berat bantu penanganan sampah di TPA
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim Ati Maraahini menyampaikan terkait dua kejadian kebakaran dalam satu hari sebelumnya yang diduga kuat akibat adanya korsleting listrik.
"Kejadian pertama di Desa Bapanggang Raya, pada rumah yang ditempati seorang lansia berusia 70 tahun. Laporan kami terima pukul 13:56 WIB, memang bangunannya terbuat dari kayu dan sudah tua sehingga api cukup cepat membesar." ujarnya.
Ia melanjutkan, pada saat kejadian pemilik rumah sedang berada di toilet, sedangkan api berasal dari dalam rumah sehingga korban terlambat menyadari adanya kebakaran. Bangunan toilet yang terbuat dari seng juga menguntungkan korban karena tidak mudah terbakar dan korban pun sempat diselamatkan oleh tetangga yang berada di belakang rumahnya.
Kejadian kedua di Desa Handil Sohor, lokasinya sebenarnya berada di tepi sungai yang menjadi sumber air, tetapi akses menuju lokasi kejadian terbatas sehingga petugas pemadam harus mengambil jalan memutar dan memakan waktu untuk sampai ke lokasi.
"Kebakaran yang kedua ini terbilang mendadak, warga baru sadar ketika api sudah membesar dan rumah saat itu dalam keadaan kosong. Selain membakar rumah, sejumlah kendaraan juga ikut terbakar, seperti motor dan mobil yang memang sudah rusak dan berada dekat TKP," bebernya.
Baca juga: Disdik Kotim pastikan kalender pendidikan sesuai ketentuan pusat
Tidak ada korban jiwa dari dua kejadian kebakaran ini, namun pihaknya memperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Dalam kesempatan ini, Ati juga menyampaikan terimakasih kepada relawan, perusahaan swasta, aparat kepolisian dan TNI setempat yang saat kejadian bergerak cepat untuk membantu pemadaman sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.
Ati juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hal-hal yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Terlebih, menurutnya kebakaran bangunan tidak mengenal musim seperti kebakaran hutan dan lahan yang identik dengan musim kemarau.
"Kebakaran bangunan ini tidak bisa diprediksi mau itu musim kemarau maupun musim hujan, jadi yang utama itu masyarakat harus selalu waspada dan menjaga keamanan terutama yang berkaitan dengan korsleting listrik," demikian Ati.
Baca juga: Pemkab Kotim dukung pemberantasan mafia tanah
Baca juga: DLH Kotim terbantu Pedrosa tangani sampah di Sampit
Baca juga: Tersisa tiga kandidat perebutkan kursi ketua KONI Kotim
