Jumat, 20 Oktober 2017

Legislator Apresiasi Integrasi Sawit-Sapi Semakin Optimal di Kobar

id dprd kalteng, nataliasi, integrasi sapi-sawit
Legislator Apresiasi Integrasi Sawit-Sapi Semakin Optimal di Kobar
Ilustrasi - Perkebunan sawit yang diintegrasikan dengan ternak sapi. (nasionalisme.com)
Palangka Raya (Antara Kalteng) - Legislator Provinsi Kalimantan Tengah dari daerah pemilihan tiga mengapresiasi program integrasi sapi sawit yang dilaksanakan PT Astra di Kabupaten Kotawaringin Barat semakin optimal bahkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat maupun kebutuhan Kalteng.

Harapannya sapi-sapi yang telah dipelihara PT Astra ini dijual di provinsi ini saja agar ketergantungan Kalteng terhadap daerah lain dapat diminimalisir, kata kata Anggota Dapil III DPRD Kalteng Nataliasi Fredic Mangking di Palangka Raya, Kamis.

"Saat berkunjung ke lokasi baru-baru ini, sapi-sapinya sehat, besar dan gemuk. Jadi, kita berharap program integrasi yang telah dilakukan PT Astra bisa diikuti perusahaan perkebunan lainnya," tambahnya.

Anggota Komisi A DPRD Kalteng ini pun meminta dinas Peternakan Kalteng dapat juga membuat program serupa, termasuk menekankan PBS melaksanakan program integrasi sapi-sawit.

"Saya yakin, apabila program integrasi sapi-sawit ini sungguh-sungguh dilaksanakan, maka kebutuhan daging sapi di Kalteng bisa terpenuhi. Kalteng tidak perlu lagi membeli dari provinsi lain," kata Nataliasi.

Belum lama ini, Manager Humas PT Astra Satio mengatakan bahwa program integrasi Sawit-Sapi belajar dari apa yang dilakukan oleh PT Citra Borneo Indah (CBI) di desa Sulung Pangkalan Bun.

"Tahap awal kita mengembangbiakkan lima ribu ekor Sapi jenis Sapi Australia yang nantinya coba dikawin silang dengan Sapi lokal," katanya.

Dikatakannya, sapi-sapi tersebut nantinya juga akan dijual ke pasar untuk memenuhi ketersediaan daging di Kabupaten Kotawaringin Barat.

"Untuk sementara peternakan Sapi masih memenuhi kebutuhan lokal Kotawaringin Barat. Kalau sudah berkembang tidak menutup kemungkinan untuk memenuhi kebutuhan daging di Kalteng," demikian Satio.

Editor: Zaenal A.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga