Waduh! Limbah Pabrik CPO Diduga Cemari Danau Seluluk Seruyan

id danau seluluk, limbah CPO, desa serangga

Waduh! Limbah Pabrik CPO Diduga Cemari Danau Seluluk Seruyan

Danau Seluluk di Desa Derangga, Kecamatan Hanau, Seruyan, sebelum tercemar limbah CPO. (kechanau.wordpress.com)

Kuala Pembuang (Antara Kalteng) - Limbah pabrik minyak kelapa sawit atau crude palm oil diduga mencemari Danau Seluluk yang terletak di Desa Derangga Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

"Air Danau Seluluk dulu jernih, namun sekarang sudah tidak lagi," kata salah seorang warga Desa Derangga Ali Badrun, Selasa.

Ia menjelaskan, perubahan kondisi air Danau Seluluk yang secara turun-temurun telah dijadikan tempat beraktivitas warga Desa Derangga, mulai dirasakan setelah berdirinya perkebunan sawit di sekitar danau milik perusahaan Group Sinar Mas.

Kemudian, mulai 2008 silam, peralahan-lahan air danau yang dulunya jernih mulai keruh kecoklatan. Bahkan pertumbuhan eceng gondong mulai tidak terkendali sehingga menyebabkan danau menjadi dangkal.

"Selain keruh dan kotor, kedalaman danau juga mulai berkurang. Kalau dulu kedalaman danau mencapai enam meter sekarang hanya menjadi tiga meter," katanya.

Hairani, warga lainnya menambahkan, pencemaran yang terjadi akibat limbah perkebunan sawit juga sudah lama dirasakan oleh warga atau nelayan yang sering beraktivitas mencari ikan di wilayah Danau Seluluk.

Sebelum berdirinya pabrik minyak kelapa sawit, warga yang sekedar beraktivitas mencari ikan untuk makan dapat dengan mudah menangkap berbagai jenis ikan, seperti toman, kerandang, gabus, belida, dan lain sebagainya.

"Namun sekarang warga atau nelayan mulai sulit mendapat tangkapan, karena populasi ikan makin berkurang," katanya.

Warga berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat segera turun tangan dan menindak tegas perusahaan yang diduga telah menyebabkan pencemaran di Danau Seluluk.

"Kami khawatir kalau pencemaran ini terus dibiarkan, maka Danau Seluluk tidak akan bisa lagi dimanfaatkan warga, terutama untuk mencari ikan oleh nelayan tradisional," katanya. 




Pewarta :
Editor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar