PT AKT komitmen terlibat bangun Kalteng

id PT AKT,Syahrunsyah Syahbuddin

Kepala Dinas ESDM Kalteng Ermal Subhan dan pejabat lainnya serta Pjs Bupati Barito Utara Sapto Nugroho saat melakukan pengecekan tongkang batubara PT AKT di Sungai Barito di wilayah Desa Pendreh Kecamatan Teweh Tengah, beberapa waktu lalu. (Istimew

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Direktur PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) Syahrunsyah Syahbuddin menyatakan pihaknya selalu siap dan berkomitmen terlibat dalam pembangunan, baik infrastruktur maupun penguatan sumber daya manusia (SDM), di Provinsi Kalimantan Tengah.

"Sebagai warga negara yang baik, kami wajib pajak yang patuh, semua itu kami bayar. Jadi, kami ini sudah lama berkiprah dan mengabdi di Kalteng," kata Syahrunsyah Syahbuddin melalui pernyataan tertulis yang diterima di Palangka Raya, Senin.

Pernyataan itu diungkapkan Syahrunsyah menanggapi pemberitaan yang menyinggung kontribusi keberadaan AKT terhadap pembangunan ekonomi dan wilayah sekitar tambang.

Dia menerangkan komitmen dan bentuk AKT dalam membangun Kalimantan Tengah itu terwujud dengan taatnya pembayaran pajak dan retribusi serta peningkatan kualitas jalan serta pendidikan terhadap masyarakat di sekitar lokasi tambang.

Menurut Syahrunsyah Syahbuddin, iuran atau retribusi maupun PNBP yang telah dibayar AKT sampai Desember 2017 berjumlah 206 juta dolar AS, tidak termasuk pajak.

Selain itu pihak AKT juga mengklaim pada awal 2013 telah memiliki karyawan yang jumlahnya hampir mencapai 4.000 orang yang mana 65 persen di antaranya penduduk lokal.

Pihaknya juga membuka seluas-luasnya kesempatan bagi penduduk lokal jadi pemasok jasa maupun barang kebutuhan karyawan di area tambang.

Dia menambahkan bahwa AKT sudah memperbaiki dan meningkatkan kualitas jalan dan jembatan dari pelabuhan, menuju ke areal konsesi sepanjang 30 km.

Perseroan juga membangun jalan dari km 30 ke km 35, base camp AKT. Perbaikan dan peningkatan kualitas jalan tersebut secara langsung juga dinikmati warga yang bermukim pada 11 desa di sekitar tambang.

"Kami bukan orang baru di Kalteng. Kami sudah lama berkontribusi untuk daerah. Tanpa bermaksud menyombongkan diri, kami telah memberikan manfaat langsung maupun tak langsung bagi warga sekitar, secara luas terhadap Kalteng," kata Syahrunsyah Syahbuddin.

Sebelumnya Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengatakan penghentian operasi PT AKT didasarkan pada surat yang diterima dari Kementerian ESDM terkait pencabutan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B) PT AKT pada 19 Oktober 2017.

Selain itu ia juga mengingatkan kepada perusahaan yang memegang PKP2B lainnya, maupun pemegang IUP pertambangan, dan perusahaan perkebunan yang ada di Kalteng untuk menaati seluruh regulasi yang ada.

"Keberadaan perusahaan tersebut mencari makan, dan mencari kekayaan di Kalteng. Saya mengajak agar mari bersama-sama membangun Kalteng, dan jangan justru menambah ketimpangan," katanya.
 

Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar