Tepian Sungai Mentaya dikembangkan jadi tempat wisata di Sampit

id wisata tepian sungai mentaya,sungai mentaya, wisata sampit,sekda sampit

Sejumlah kelotok milik warga sandar di Dermaga Habaring Hurung sekitar ikon patung Jelawat, siap melayani wisatawan yang ingin menikmati wisata susur Sungai Mentaya. (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (Antaranews Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mengembangkan kepariwisataan tepian Sungai Mentaya Sampit guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah itu.

Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Halikinor di Sampit, Senin, mengatakan pengembangan wisata tepian Sungai Mentaya Sampit merupakan program jangka panjang, namun mulai sekarang sudah dipersiapkan.

"Sebagai langkah awal pemerintah melarang dan tidak akan menerbitkan izin pembangunan yang tidak berkaitan dengan wisata, seperti pendirian pabrik industri maupun pelabuhan," katanya.

Ia menjelaskan larangan dan tidak diterbitkannya izin pembangunan yang tidak berkaitan dengan wisata tersebut bertujuan mempermudah penataan bangunan tepian sungai pada masa mendatang.

"Kita arahkan pembangunan tepian sungai yang bersinergi dengan wisata, seperti pembangunan hotel, restoran, dan rumah makan," ucapnya.

Untuk mempercantik dan sebagai upaya penataan tepian Sungai Mentaya Sampit, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur rencananya juga memindahkan terminal penumpang Sampit yang saat ini di kelola PT Pelindo III Sampit.

"Kita sudah menyurati pihak PT Pelindo III Sampit untuk memindahkan terminal penumpang Sampit ke wilayah terminal peti kemas Bagendang," katanya.

Pemindahan terminal penumpang Sampit tersebut, katanya, agar tepian Sungai Mrntaya Sampit bersih dari kegiatan atau kesibukan kapal.

"Tepian Sungai Mentaya Sampit ke depannya khusus untuk wisata, jadi tidak ada lagi kegiatan bongkar muat barang," kata dia.

Untuk aktivitas bongkar muat barang jalur laut, katanya, nantinya dipusatkan di wilayah atau kawasan terminal peti kemas Bagendang.

Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar