Benarkah jenazah sang pawang ular king kobra 'Rizki Ahmad' masih hidup? [VIDEO]

id pawang ular king kobra Rizki Ahmad,pawang ular king kobra di patuk,pawang ular king kobra masih hidup,palangka raya

Jasad Rizki Ahmad (19) korban gigitan ular king kobra yang dinyatakan meninggal oleh pihak RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya masih terbaring di halaman rumahnya di Jalan Danau Rangas, Selasa (10/7/18). (Foto Antara Kalteng/Adi Wibowo)

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Kehebohan warga Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah atas kabar meninggalnya pawang ular king kobra Rizki Ahmad (19) pada Senin (9/7/18), belum sepenuhnya dipercaya secara logika manusia, termasuk pihak keluarga yang percaya Rizki Ahmad masih hidup.

Paman Rizki Ahmad (19) yang diketahui bernama Tri Mulyadi alias Sentri bersama keluarganya yang lain di Palangka Raya, memberi waktu selama tujuh hari agar jasad tersebut tidak dimakamkan terlebih dahulu. 

Sebab, pihak keluarga meyakini bahwa keponakannya itu ada harapan dan mukjizat bisa hidup kembali. Hal itu karena tangan Rizki Ahmad sempat bergerak dan badannya masih hangat seperti orang masih hidup.

"Tubuhnya masih hangat bahkan jarinya sempat bergerak tadi. Kemudian badannya tidak mengeluarkan bau, makanya kami yakin Rizki bisa ditolong," kata Tri Mulyadi di Palangka Raya, Selasa. 

"Kami sangat berharap ada mukjizat dari yang maha kuasa agar keponakan kami ini bisa hidup kembali seperti biasanya," ucap Tri. 

Ia mengaku sudah ada beberapa orang yang datang di kediaman Rizki Ahmad tanpa diundang melakukan ritual pengangkatan racun ular king kobra yang berada di dalam tubuh Rizki. 

Baik itu dari Kalbar, Kalsel, Pulau Jawa serta warga asal Kota Palangka Raya yang katanya bisa mengangkat racun yang berada di dalam tubuhnya secara gaib. 

"Keluarga diingatkan oleh beberapa orang yang melaksanakan ritual, bahwa jasad Rizki tidak boleh dibawa masuk kedalam rumah. Melainkan harus di luar rumah seperti yang ada saat ini di kasih tenda di halaman rumah," bebernya. 

Baca juga: Seorang pemuda tewas akibat digigit ular King Kobra peliharaannya

Berdasarkan pantauan di lapangan, dengan adanya peristiwa tersebut tentunya membuat warga yang tinggal di daerah setempat mendadak heboh. 

Bahkan kabar pria yang gemar bergelut dengan ular tersebut mendadak viral di media sosial, serta menjadi perbincangan hangat di masyarakat di daerah Ibu Kota Provinsi Kalteng tersebut. 

Kemudian masyarakat juga masih menunggu kabar terbaru dari Rizki Ahmad yang sampai saat ini masih berjuang untuk bisa kembali seperti mana biasanya beraktivitas. 

Sebelumnya, pihak RSUD Doris Sylvanus telah menyatakan bahwa Rizki Ahmad Senin (9/7/18) sekitar pukul 08.30 WIB meninggal dunia saat menjalani perawatan di ruang ICU 

"Penyebab meninggalnya Rizki Ahmad pasien gigitan ular tersebut ada tiga penyebab, yaitu karena yang bersangkutan gagal nafas, tidak sadarkan diri dan jantungnya sudah tidak bisa berfungsi seperti manakala. Hal itu disebabkan racun yang berada di dalam tubuhnya itu sudah menyerang kebeberapa sarap sehingga korban meninggal dunia," kata Plt Wakil Direktur Pendidikan dan Kemitraan RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Theodorus Sapta Atmaja, Senin. 

Thoedorus mengatakan, penanganan terhadap Rizki Ahmad di RSUD setempat sudah sangat maksimal. Bahkan sejak yang bersangkutan masuk ke ruang UGD RS setempat, petugas medis sudah memberikan obat penangkal racun gigitan ular king kobra ketubuhnya sebanyak delapan vial untuk menetralisir hal tersebut. 

Sayangnya obat anti penangkal racun yang sudah di berikan pihak medis untuk menetralkan racun yang menyebar kebeberapa saraf di dalam tubuh yang bersangkutan, sama sekali tidak bisa menyelamatkan pria yang memang cinta dengan hewan melata tersebut. 

"Dalam penanganannya kami tim medis sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk pasien. Buktinya saat pasien ini masuk ke RSUD dr Doris Sylvanus, kami memberikan obat penagkal racun ular king kobra yang memiliki racun cukup dahsyat itu. Bahkan ruang penanganan, ia dimasukan keruangan khusus beberapa jam dilakukan pemantauan oleh dokter dan penjaga medis di ruangan tersebut," ungkap Thoedorus. 

 

Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar