Tenaga honorer jadi 'Simalakama' bagi Pemkab Bartim, ini alasannya

id kabupaten barito timur,bartim,tenaga honorer bartim,sekda bartim,askop

Sekda Bartim Ir Eskop. (Foto Antara Kalteng/Habibullah)

pengangguran secara besar-besaran dan berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan
Tamiang Layang (Antaranews Kalteng) – Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Eskop menyebut keberadaan tenaga honorer, pegawai harian lepas maupun tetap jumlahnya mencapai 4.018 orang menjadi 'simalakama' bagi pemerintah setempat.

Apabila harus menggaji sesuai upah minimum kabupaten (UMK) yakni sebesar Rp2,5 juta per orang per bulan, maka Pemkab Bartim harus menyediakan anggaran sekitar Rp120 miliar sampai Rp130 miliar, kata Eskop di Tamiang Layang, Jumat.

"Anggaran sebesar itu sama seperti Belanja Modal yang ada dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Bartim. APBD Bartim untuk tahun 2018 pun mengalami defisit Rp106 miliar," beber dia.

Dikatakan, pemenuhan gaji tenaga honorer sesuai UMR tahun 2019 akan berdampak pada terhambatnya pembangunan dari berbagai sektor. Hal itu juga berakibat pada tidak seimbangnya antara Belanja Modal dan pos-pos anggaran lainnya.

Sedangkan banyaknya tenaga honorer disebabkan penerimaan tenaga honorer secara bertahap dari tahun ke tahun jumlahnya telah mencapai 4.018 orang. Padahal idealnya tenaga honorer di Pemkab Bartim hanya sekitar 1.000 orang.

"Jikapun dilakukan pemangkasan terhadap tenaga honorer, maka akan menciptakan pengangguran secara besar-besaran dan berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan. Ini yang membuat simalakama bagi Pemkab Bartim," kata Eskop.

Baca juga: Tak digaji, guru honorer ini berutang demi biaya transportasi

Solusi sementara yang ditawarkan Pemkab Bartim dengan seiring berjalannya waktu lima tahun kedepan, hanya dengan upaya mengarahkan dan membina para tenaga honorer itu untuk tidak ketergantungan pada profesi honorer.

Dia mengatakan para honorer yang terampil akan diberikan arahan untuk bekerja swasta atau mandiri di bidang-bidang tersebut. Bahkan tidak menutup kemungkinan diarahkan bekerja sebagai karyawan di perusahaan pertambangan maupun perkebunan yang ada di Kabupaten Bartim.

"Pemerintah Kabupaten Bartim akan memaksimalkan kemampuan seluruh tenaga honor dengan memberikan pelatihan-pelatihan di bidang perkebunan, pertambangan, perbengkelan dan kewirausahaan," demikian Eskop.

Pewarta :
Editor: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar