Tangis haru keluarga penyandang disabilitas usai menerima bantuan

id Tangis haru keluarga penyandang disabilitas usai menerima bantuan,Bupati,Kobar,Kotawaringin Barat,Nurhidayah

Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah saat berkunjung dan memberikan bantuan kursi roda kepada Yolana seorang anak berusia 6 tahun yang mengidap kelumpuhan. (Foto Antara Kalteng/Hendri Gunawan)

Pangkalan Bun (Antaranews Kalteng) - Kunjungan Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah Hj Nurhidayah ke kediaman sejumlah penyandang disabilitas, disambut antusias, bahkan mereka sampai menangis terharu sang kepala daerah datang membawa bantuan.

"Saya didampingi oleh Pj Kadis Kesehatan dan juga Direktur RSUD Sultan Imanuddin serta pihak BPJS meninjau langsung, guna melihat kondisi terkini dan upaya untuk mengambil beberapa langkah alternatif, terutama untuk perawatan dan tindakan kedepannya,” ucap Nurhidayah disela-sela kunjungan di Pangkalan Bun, Rabu.

Ramadhan (22) warga jalan LKMD Kelurahan Madurejo menjadi penyandang disabilitas pertama yang dikunjungi Nurhidayah beserta rombongan. Bantuan berupa kursi roda diserahkan saat kunjungan silaturahmi tersebut.

Kunjungan dilanjutkan menyambangi kediaman Yolana (6) warga Jalan Abdul Ancis Kelurahan Mendawai. Kemudian dilanjutkan mengunjungi Gamail, balita berusia 2 tahun warga Gang Adungan Kelurahan Baru yang menderita penyakit lumpuh otak (cerebral palsy).

Nurhidayah mengatakan, kegiatan ini merupakan kunjungan sosial untuk melihat langsung kondisi warganya yang menyandang disabilitas. Ini sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah sekaligus bahan pertimbangan dalam kebijakan untuk membantu penyandang disabilitas.

Terkait Gamail, balita penderita lumpuh otak, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak medis dan pihak terkait lainnya untuk tindakan arah penanganan yang terbaik. “Karena di satu sisi, khususnya peralatan medis kita yang ada di Rumah Sakit Sultan Imanudin, belum memadai untuk menangani kasus medis yang diderita Gamail,” ucapnya

Meski begitu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak BPJS Kesehatan untuk memenuhi hak dan kebutuhannya, namun dipahami bersama tidak semua penyakit ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Oleh karena itu pihaknya meminta para dermawan untuk ikut membantu meringankan beban keluarga yang saat ini tertimpa musibah dengan memberikan bantuan biaya untuk pengobatannya.

“Intinya BPJS siap untuk mengcover itu semua untuk tindak lanjutnya, kalaupun ini akan dilakukan tindakan sampai pada operasi. Kami juga mempersilakan jika ada donatur yang ingin membantu pembiayaan karena mengingat biaya yang dibutuhkan untuk penanganan penyakit cerebral palsy cukup besar," demikian Nurhidayah.


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar