Gelombang tinggi, KM Kirana I tujuan Semarang kembali ke Sampit

id Gelombang tinggi, KM Kirana I tujuan Semarang kembali ke Sampit,KSOP Sampit,Thomas Chandra,Pelabuhan Sampit

KM Kirana III saat bertolak dari Pelabuhan Sampit, belum lama ini. (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (Antara news Kalteng) - KM Kirana I yang bertolak menuju Semarang, terpaksa putar haluan kembali ke Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah karena gelombang tinggi rawan membahayakan perjalanan kapal.

"Saya mengapresiasi keputusan nakhoda. Untuk kapal jenis roro, gelombang setinggi tiga meter itu memang cukup rawan dan membahayakan. Dalam situasi seperti itu, nakhoda memang diwajibkan mencari tempat berlindung," kata Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit, Thomas Chandra di Sampit, Rabu.

Thomas didampingi Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Sampit Baslan Damang menjelaskan, KM Kirana I bertolak dari Pelabuhan Sampit pada Selasa (22/1) pukul 23.00 WIB. Kapal milik PT Dharma Lautan Utama itu mengangkut 200 penumpang dan 23 kendaraan berbagai jenis dan ukuran.

Sejak kapal bertolak hingga enam jam perjalanan menuju muara, cuaca masih bagus. Namun ketika memasuki laut lepas yakni sekitar 85 mil perjalanan, cuaca memburuk dan ada indikasi gelombang semakin besar.

Menghindari terjadinya kecelakaan akibat diterjang gelombang lebih dari tiga meter, nakhoda memutuskan untuk putar haluan dan kembali ke Pelabuhan Sampit. Nakhoda tidak ingin mengambil risiko karena gelombang tinggi dinilai sudah cukup membahayakan perjalanan kapal roro (roll on roll off) tersebut.

Keputusan itu juga disampaikan kepada penumpang dan penumpang bisa memahami kondisinya. Pemahaman penumpang terkait keselamatan pelayaran dinilai sudah cukup bagus sehingga keputusan nakhoda untuk membawa kapal kembali ke pelabuhan itu tidak menuai protes.

"Kapal itu kan membawa kendaraan, kalau tetap melanjutkan perjalanan saat gelombang tinggi, ada potensi pergerakan kendaraan di dalamnya sehingga bisa menyebabkan kapal tidak stabil. Itu yang dikhawatirkan," kata Thomas.

Rabu sekitar pukul 06.00 WIB, KM Kirana I merapat di Pelabuhan Sampit dan menurunkan penumpang. PT Dharma Lautan Utama selaku perusahaan pemilik kapal tersebut pun sudah mengembalikan uang tiket kepada seluruh penumpang.

Belum diketahui kapal KM Kirana I akan kembali bertolak menuju Semarang. Thomas menegaskan, saat gelombang tinggi biasanya pihaknya hanya melarang kapal-kapal kecil untuk berlayar, sedangkan untuk kapal besar sifatnya berupa peringatan kewaspadaan terhadap cuaca buruk.

Thomas mengingatkan seluruh nakhoda untuk selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Apalagi kini semua kapal bisa dengan mudah menggunakan internet untuk mengakses informasi tersebut.

Jika cuaca sedang buruk dan diperkirakan terjadi gelombang tinggi, nakhoda diingatkan tidak memaksakan memberangkatkan kapal karena sangat berbahaya. Cuaca buruk masih sering terjadi sehingga harus selalu diwaspadai. 

Sementara itu, beberapa penumpang menyatakan bisa memaklumi keputusan nakhoda untuk kembali ke pelabuhan. Penumpang bisa menerima dan menghargai keputusan itu karena tujuannya juga untuk keselamatan penumpang.

Sesampainya di Sampit, sebagian penumpang ada yang memilih beralih berangkat menggunakan pesawat, tetapi ada pula yang masih menunggu jadwal keberangkatan berikutnya.

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar