Jasa Raharja Kalteng berangkatkan 500 pemudik secara gratis

id Mudik Gratis,Jasa Raharja Kalteng,Jasa Raharja Kalteng berangkatkan 500 pemudik secara gratis,Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kalteng Syaiful Amri

Dok - Arus balik lebaran Idul Fitri di Pelabuhan Sampit terus mengalir dan biasanya berlangsung lama hingga satu bulan. (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Palangka Raya (ANTARA) - PT Jasa Raharja Cabang Kalimantan Tengah akan memberangkatkan sebanyak 500 pemudik secara gratis yang akan pulang kampung menggunakan kapal laut jalur Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur-Semarang Jawa Tengah.

"Untuk pemberangkatan itu tanggal 30 Mei," kata Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kalteng Syaiful Amri melalui Bagian Humas Dicky Pahlawan saat dikonfirmasi di Palangka Raya, Sabtu (18/5).

Dia menerangkan, calon pemudik berasal dari masyarakat umum dan pendaftaran dilakukan terbuka. Namun proses pendaftaran mudik gratis telah usai karena kuota peserta mudik gratis telah terpenuhi.

"Saat ini kuota sudah terpenuhi dan saat ini sudah masuk tahapan persiapan verifikasi dalam artian menghubungi dan memastikan kesiapan calon peserta mudik serta persiapan pembagian tiket serta kaos dan topi," katanya.

Dicky menambahkan, secara umum peserta mudik gratis berasal dari berbagai wilayah di Provinsi Kalimantan Tengah seperti dari Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan.

Program mudik gratis yang diberi nama mudik bareng BUMN yang dilakukan Jasa Raharja Kalteng itu merupakan bagian dari program nasional yang diselenggarakan BUMN di berbagai wilayah di Indonesia.

Penyelenggaraan program Mudik Bareng BUMN tahun ini menargetkan sekitar 250.000 pemudik yang akan diberangkatkan dengan beragam moda angkutan, naik sebesar 22,32 persen dibandingkan realisasi pemudik pada 2018 sebanyak 204.146 pemudik.

Di sisi lain, terkait persiapan pelayanan selama arus mudik dan arus balik 2019, Jasa Raharja Kalteng Tengah mempersiapkan posko kesehatan mudik lebaran.

Biasanya posko itu melayani pengecekan kesehatan gratis bagi pemudik dan pengemudi angkutan umum sehingga posko dipusatkan di area pemberangkatan dan kedatangan penumpang atau pemudik.

"Direncanakan posko akan buka pada H-7 hingga H+7 Lebaran. Saat ini pembentukan posko masih dalam tahap pengajuan ke kantor pusat dan tinggal menunggu persetujuan," katanya.

Pembentukan posko itu juga bekerja sama dengan pihak terkait seperti tim kesehatan pelabuhan untuk posko di pelabuhan dan tim bidokkes kepolisian untuk posko di terminal dan bandara. 

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar