Barito Utara gelar kursus pembina pramuka mahir dasar

id kursus mahir dasar pramuka barito utara,kwartir pramuka barito utara,bupati barut nadalsyah buka kursus pramuka,bupati nadalsyah

Bupati Barito Utara H Nadalsyah (Keenam kiri) didampingi wakil bupati Sugianto Panala Putra (kelima kiri), Sekda H Jainal Abidin dan unsur FKPD foto bersama usai pembukaan kegiatan penyelenggaraan KMD bagi pembina gugus depan pangkalan SD, SMP dan SMA di Kabupaten Barito Utara 2019 di Muara Teweh, Senin (15/7/2019). (Foto Dinas Kominfo dan Persandian Barut)

Muara Teweh (ANTARA) - Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menggelar kursus pembina pramuka mahir dasar (KMD) bagi pembina gugus depan pangkalan SD, SMP dan SMA 2019 di daerah setempat.

Gerakan pramuka merupakan suatu wadah pembinaan serta pendidikan yang bersifat menantang tapi menarik dengan metodenya bagi anak didik di alam terbuka, kata Bupati Barito Utara H Nadalsyah saat membuka kegiatan di Muara Teweh, Senin.

"Sistem pendidikan dalam kepramukaan sejauh ini telah banyak memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan bangsa dan negara karena ikut dalam meningkatkan pertumbuhan watak serta kepribadian peserta didik," tambahnya.

Menurut dia, kegiatan kepramukaan diselenggarakan secara berkala dan berkesinambungan dan berkelanjutan disetiap tingkatannya, tidak hanya teori-teori melainkan juga dengan simulasi yang menyenangkan sehingga peserta langsung terlibat dalam permainan yang mengandung pendidikan.

Untuk itu, kata dia, penyelenggaraan kursus pembina pramuka mahir dasar ini merupakan salah satu wujud upaya gerakan pramuka untuk meningkatkan kualitas pembina guna mempersiapkan generasi muda menjadi generasi yang berwatak, bermoral serta memiliki budi pekerti yang luhur.

"Pemkab Barito Utara sangat responsip dengan adanya Undang-Undang Gerakan Pramuka Nomor 12 tahun 2010 yang memperkuat eksistensi gerakan pramuka di Tanah Air," katanya.

Die mengatakan, salah satu wujud nyata perhatian pemerintah daerah adalah dengan memberikan bantuan melalui dana hibah APBD untuk mendukung kegiatan kepramukaan, baik operasional maupun sarana prasana.

"Untuk itu  saya selaku majelis pembimbing berpesan sesuai dengan Permendikbud Nomor 63 tahun 2014 tentang pendidikan kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam kurikulum 2013," kata Nadalsyah.

Bupati juga mengharapkan eksistensi kepramukaan di daerah ini baik ditingkat SD, SMP dan SMA betul-betul dilaksanakan dan diterapkan secara nyata di sekolahnya, dengan melaksanakan tahapan-tahapan proses penilaian pendidikan kepramukaan yang sesuai.

"Maka kita akan memperoleh hasil yang diinginkan oleh gerakan pramuka, yakni menciptakan karakter Dasa Dharma, mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab," ujarnya.

Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar