Pemerintah diminta dorong investor asing gandeng industri lokal

id mobil listrik,investor asing,industri lokal

Pemerintah diminta dorong investor asing gandeng industri lokal

Mobil Listrik DFSK Glory E3 di GIIAS 2019. (ANTARA News/Alviansyah P)

meminta investor manufaktur asing yang masuk ke indonesia untuk menggandeng atau berkolaborasi dengan industri lokal
Jakarta (ANTARA) - Ekonom Haryadin Mahardika dari Universitas Indonesia (UI) menyarankan agar pemerintah mendorong investor manufaktur asing untuk menggandeng atau berkolaborasi dengan industri lokal dalam rangka pengembangan teknologi mobil listrik.

"Kalau memang pemerintah serius sebenarnya lakukan aturan dan penguatan industrinya, kemudian meminta investor manufaktur asing yang masuk ke indonesia untuk menggandeng atau berkolaborasi dengan industri lokal agar menjadi pemasok bagi industri tersebut," ujar Haryadin Mahardika ketika dihubungi Antara di Jakarta, Sabtu.

Dia menjelaskan bahwa di dalam mobil listrik itu yang benar-benar baru hanyalah komponen baterainya, sehingga perubahannya tidak terlalu jauh. Hal tersebut membuat dirinya yakin bahwa industri nasional sudah siap untuk menjadi bagian dalam rantai pasokan atau supply chain mobil listrik.

Kecuali baterai, komponen-komponen untuk mobil listrik sekitar 80 persennya sudah bisa diproduksi oleh industri-industri dalam negeri.

Dengan demikian meskipun teknologi mobil listrik ini merupakan lompatan yang jauh dalam hal inovasi, namun sesungguhnya inovasi yang perlu dikejar hanya pada komponen baterai dan sistem permesinan mobil listriknya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menyampaikan harapannya agar produk kendaraan elektrik yang dibuat di Indonesia dapat lebih murah.

Dengan bahan-bahan baterai yang terdapat di Indonesia, harga mobil listrik kemungkinan bisa ditekan lebih murah sehingga dapat berseliweran di kota-kota di Indonesia.

Presiden mengatakan strategi bisnis kendaraan listrik bisa dirancang Indonesia sehingga mendahului kompetitor dalam membangun kendaraan listrik dengan harga terjangkau dan berkualitas.

Presiden mengatakan pembangunan industri kendaraan elektrik memerlukan waktu lebih dari 2 tahun. Hal itu dikarenakan sejumlah perusahaan otomotif melihat minat pasar terhadap produk tersebut.

Dia menjelaskan kendaraan bertenaga listrik relatif memiliki harga yang lebih mahal ketimbang kendaraan berbahan bakar minyak.

Baca juga: Perpres mobil listrik resmi ditandatangani presiden

Baca juga: Mahasiswa UPJ desain mobil damkar khusus lahan gambut

 

Pewarta :
Editor : Rachmat Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar