Siaga karhutla, Musim Mas Group gelar apel dan beri penghargaan desa bebas api

id Siaga karhutla, Musim Mas Group gelar apel dan beri penghargaan desa bebas api,Sukajadi Sawit mekar,Maju aneka sawit,Mas,Globalindo Alam Perkasa,Sawit

Siaga karhutla, Musim Mas Group gelar apel dan beri penghargaan desa bebas api

Jajaran manajemen PT Sukajadi Sawit Mekar, PT Maju Aneka Sawit dan PT Globalindo Alam Perkasa (Musim Mas Group) berfoto dengan lima kepala desa yang desanya meraih reward Masyarakat Bebas Api 2019 dari Musim Mas Group, Senin (23/9/2019). ANTARA/Norjani

Sampit (ANTARA) - Perusahaan besar swasta perkebunan kelapa sawit Musim Mas Group Regional Kalimantan Tengah menggelar apel siaga kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur, serta memberi penghargaan kepada lima desa yang wilayahnya bebas kebakaran lahan.

"Kami sangat berterima kasih atas komitmen besar dan konsistensi kuat Musim Mas Group dan seluruh anak perusahaannya dalam membantu pemerintah daerah menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. Saya berharap ini menjadi contoh bagi perusahaan lainnya," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur H Muhammad Yusuf di Sampit, Senin.

Yusuf menjadi inspektur apel siaga dan simulasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang dilaksanakan Musim Mas Group bekerjasama dengan Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Kotawaringin Timur.

Apel digelar di lapangan PT Maju Aneka Sawit Desa Tanah Mas Kecamatan Telawang. Acara dihadiri ratusan undangan dari Polres Kotawaringin Timur, Kodim 1015 Sampit, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah, Manggala Agni, sejumlah camat, kepala desa, tokoh masyarakat dan lainnya.

Usai apel, dilakukan pemeriksaan personel dan peralatan pemadam kebakaran yang dimiliki perusahaan besar yang menaungi perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Sukajadi Sawit Mekar, PT Maju Aneka Sawit dan PT Globalindo Alam Perkasa.

Simulasi pemadaman kebakaran juga ditampilkan oleh regu pemadam kebakaran PT Maju Aneka Sawit. Hal ini sebagai gambaran kesiapan Musim Mas Group dan seluruh anak perusahaannya dalam membantu pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di areal perusahaan maupun membantu di desa-desa sekitar perusahaan.

Menurut Yusuf, kesiapan Musim Mas Group sangat terlihat dari personel, peralatan dan iktikad pimpinan atau manajemen perusahaan. Bahkan jauh sebelum kemarau tiba, perusahaan ini sudah membantu sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya kebakaran hutan dan lahan.

"Musim Mas Group konsisten setiap tahun membantu menanggulangi karhutla. PT Sukajadi Sawit Mekar juga menempatkan dua truk tangki air mereka dan menghibahkan peralatan pemadam kebakaran membantu kami di posko. Ini sangat membantu kami," tambah Yusuf didampingi Kepala Dinas Pertanian Kotawaringin Timur I Made Dikantara.

Camat Kota Besi Ninuk Muji Rahayu mengapresiasi inisiatif Musim Mas Group dan anak perusahaannya yang konsisten dalam membantu pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

"Kami sangat berterima kasih, apalagi perusahaan juga membantu memadamkan kebakaran lahan di desa-desa sekitar perusahaan. Kebakaran lahan sudah menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat, seperti meningkatnya penderita ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) dan sekolah terpaksa diliburkan. Musibah besar ini harus ditanggulangi bersama," kata Ninuk.

Sementara itu, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi pencegahan dan bahaya kebakaran hutan dan lahan. Tampil sebagai narasumber adalah pejabat dari Polsek Kota Besi dan Manggala Agni Kotawaringin Timur.

Selanjutnya, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara manajemen PT Sukajadi Sawit Mekar, PT Maju Aneka Sawit dan PT Globalindo Alam Perkasa dengan kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa, tokoh masyarakat dan Tim Balakar Desa.

Kepala desa yang menandatangani MoU tersebut yaitu dari Desa Tanah Putih, Penyang, Sebabi, Kenyala, Hanjalipan, Tangar, Baampah, Natai Baru, Bagendang Tengah, Simpur, Kandan, Camba, Soren dan Palangan.

Isi nota kesepahaman adalah komitmen bersama pemerintah desa untuk menjaga dan mencegah terjadinya kebakaran lahan di desa masing-masing. Musim Mas Group terpanggil membantu desa-desa yang lokasinya di sekitar perusahaan mereka tersebut.

Nota kesepahaman yang merupakan bagian dari pelaksanaan program Masyarakat Bebas Api itu berlaku satu tahun dan akan terus diperbarui. Bagi desa yang berhasil mencegah terjadinya kebakaran lahan di desanya dalam satu tahun pelaksanaan nota kesepahaman itu maka akan mendapat reward atau bonus dari perusahaan.

Dalam kesempatan kali ini, ada lima desa yang berhasil meraih reward Masyarakat Bebas Api 2019 yakni Desa Palangan, Simpur, Soren, Camba dan Kandan. Semuanya termasuk wilayah Kecamatan Kota Besi.

Manajemen Musim Mas Group berfoto dengan pemerintah daerah dan salah satu regu pemadam kebakaran usai apel siaga dan simulasi penanggulangan karhutla di lapangan PT MAS, Senin (23/9/2019). ANTARA/Norjani


Penghargaan tersebut diterima masing-masing kepala desa didampingi Camat Kota Besi Ninuk Muji Rahayu. Reward berupa bantuan peralatan dan fasilitas umum yang bermanfaat bagi masyarakat masing-masing desa.

"Reward ini untuk memotivasi agar seluruh desa dan masyarakatnya bersama-sama mencegah kebakaran lahan. Seperti yang kita rasakan saat ini, kebakaran lahan menimbulkan asap yang sudah sangat mengganggu kita semua," kata General Manager Musim Mas Group Regional Kalimantan Tengah Rusli Salim.

Baca juga: PT Sukajadi Sawit Mekar kerahkan dua mobil tangki bantu tanggulangi karhutla Kotim

Sementara itu, Senior Manager Musim Mas Group Wilayah Kalimantan Tengah Teuku Kanna mengatakan, apel siaga dan simulasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan ini merupakan yang keempatkalinya digelar Musim Mas Group.

Selain menjaga agar areal perusahaan tidak terbakar, pihaknya juga membantu peralatan dan lainnya bagi desa-desa sekitar perusahaan untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan karena bisa dampak buruk secara luas.

"Patroli dalam satu hari kami tingkatkan dan siaga 24 jam di posisi masing-masing karena cuaca ekstrem sangat rawan kebakaran lahan. Kami melakukan pemetaan daerah rawan dan disediakan waduk atau embung sebagai sumber air jika terjadi kebakaran lahan. Setiap estate juga disiagakan 100 sampai 200 orang untuk bersiaga," kata Kanna.

Baca juga: Pemkab Kotim bangga PT MAS biayai pembangunan ruang kelas SMP PGRI

Musim Mas Group Regional Kalimantan Tengah menjalankan kebijakan hijau yaitu larangan membuka lahan dengan cara membakar. Ini wajib dipatuhi seluruh perusahaan di bawah naungan Musim Mas Group serta dibarengi antisipasi, deteksi dini, tindakan pengendalian dan penanganan jika terjadi kebakaran lahan.

Kanna mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat, khususnya di desa-desa sekitar perusahaan mereka terkait bahaya kebakaran hutan dan lahan. Namun perusahaan terus mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.
Baca juga: PT SSM dan PT Unggul Lestari konsisten bantu kegiatan keagamaan


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar