Jangan 'kambing hitamkan' Pulpis terkait kabut asap di sebagian wilayah Kalteng

id Pemkab pulpis, pulpis, pulang pisau, edy pratowo, palangka raya, gumas, katingan, karhutla, kebakaran hutan, kebakaran lahan, kabut asap, asap kiriman

Jangan 'kambing hitamkan' Pulpis terkait kabut asap di sebagian wilayah Kalteng

Dokumen - Bupati Pulang Pisau H Edy Pratowo di sela memantau pelaksanaan Pilkades serentak ikut memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di bawah jembatan layang Desa Tumbang Nusa Kecamatan Jabiren Raya. ANTARA/HO-ADC Bupati Pulang Pisau

Kalau terjadi kebakaran, gampang sekali disebut asapnya dari Pulpis, jangan sampai seperti itu
Palangka Raya (ANTARA) - Bupati Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Edy Pratowo meminta agar tidak menjadikan wilayah yang ia pimpin sebagai 'kambing hitam' atau daerah yang dipersalahkan saat terjadinya kabut asap di daerah lain.

Edy mengatakan, sejumlah daerah sangat dekat dengan Palangka Raya, mulai dari Pulpis, Katingan dan Gunung Mas. Namun pada masa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan mudahnya berbagai pihak menyebut asapnya berasal dari Pulpis.

"Kalau terjadi kebakaran, gampang sekali disebut asapnya dari Pulpis, jangan sampai seperti itu," katanya di Palangka Raya, Senin.

Hal itu ia sampaikan di sela rapat koordinasi evaluasi penanganan darurat bencana karhutla di Kalteng tahun 2019 dan strategi pencegahan, serta penanganan darurat bencana karhutla tahun 2020.

Menurutnya antara Palangka Raya dan Pulpis memiliki daerah perbatasan yang sama-sama rawan terjadi karhutla, yakni Desa Tanjung Taruna, Kecamatan Jabiren Raya dengan kawasan Kameloh.

"Jadi dilematis pada perbatasan ini, batasnya pun tampak pendek sekali. Kalau misalnya terjadi kebakaran bukan hanya wilayah Pulpis, bisa jadi juga wilayah Palangka Raya," paparnya kepada Gubernur Kalteng dan pejabat lainnya yang hadir saat itu.

Baca juga: Nadalsyah harapkan sinergitas penanganan Karhutla dioptimalkan

Baca juga: DBH DR Kalteng capai Rp299 miliar, pemprov alokasikan pembelian peralatan cegah karhutla


Namun yang terpenting baginya adalah proses serta upaya bersama, dalam menangani, mencegah serta menanggulangi karhutla. Sebab hal itu menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari pemprov, pemkab dan pemkot, instansi terkait lainnya, serta masyarakat.

Lebih lanjut ia menegaskan, tim karhutla yang Pulpis miliki merupakan salah satu yang terbaik di Kalteng. Tim yang terdiri dari pemkab, TNI, Polri dan pihak lainnya itu, bekerja secara maksimal sejak pagi hingga malam hari.

"Penanganan karhutla beberapa waktu lalu kami lakukan secara maksimal dengan kerja sama tim yang terjalin dengan baik. Di Pulpis juga telah terbentuk banyak masyarakat peduli api hingga desa tanggap bencana atau destana," tuturnya.

Baca juga: Status darurat karhutla di Pulpis resmi berakhir, namun kebakaran masih terjadi

Baca juga: BPBD Barito Selatan tetapkan status transisi pemulihan bencana karhutla

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar