Wawali kota Palangka Raya pimpin gerakan nasional pemulihan Daerah Aliran Sungai

id umi mastikah,gerakan nasional pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) 2019,Kepala Badan BPDAS-HL Kahayan,Andi Wirahadi Kusu

Wawali kota Palangka Raya pimpin gerakan nasional pemulihan Daerah Aliran Sungai

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Umi Mastikah (berjilbab) saat menanam pohon di DAS Kahayan, saat acara gerakan nasional pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) 2019 tingkat Kalimantan Tengah yang dilaksanakan di Taman Pesuk Kameloh di DAS Kahayan, Palangka Raya, Selasa (3/12/2019). (ANTARA/Rendhik Andika)

Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Wali Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Umi Mastikah memimpin pelaksanaan gerakan nasional pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) 2019 tingkat Kalimantan Tengah yang dilaksanakan di Taman Pesuk Kameloh di DAS Kahayan, Palangka Raya.

"Pencanangan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GN PDAS) yang diinisiasi Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai-Hutan Lindung (BPDAS-HL) Kahayan ini juga sejalan dengan misi dan visi pemerintah kota untuk mewujudkan masyarakat cerdas dan lingkungan cerdas," kata Umi di Palangka Raya, Selasa.

Wakil Wali Kota wanita pertama di Kota Palangka Raya itu mengatakan karakteristik wilayah Palangka Raya dialiri tiga sungai besar dan sejumlah anak sungai yang sebagian besar dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas dan pemenuhan kebutuhan hidup.

Baca juga: Ratusan UMKM Palangka Raya ikuti pelatihan manajemen kewirausahaan

Untuk itu dia berharap GN PDAS ini dapat bersinergi dengan upaya membangun kesedaran masyarakat untuk berkomitmen menjaga keberlangsungan DAS agar tidak terkena polusi dan tetap terjaga kelestariannya.

"Ini tentu untuk kesejahteraan masyarakat di kawasan DAS itu sendiri. Kurang peduli dan pemanfaatan lahan sekitar aliran sungai secara sembarangan hanya akan merusak alam dan hanya akan menimbulkan dampak kerugian," kata Umi.

Kepala Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai-Hutan Lindung (BPDAS-HL) Kahayan, Supriyanto Sukmo Sejati dalam sambutannya mengatakan GN PDAS merupakan program nasional. Namun demikian, upaya menyelamatkan DAS dan membangun kesejahteraan masyarakat di sekitar DAS merupakan tanggung jawab semua pihak.

Baca juga: Umi Mastikah: TNI harus semakin profesional layani rakyat

"Menjaga kelestarian alam khususnya di sekitar daerah aliran sungai bukan hanya BPDAS-HL dan pemerintah melainkan juga tanggung jawab seluruh masyarakat. Untuk itu kami mengajak seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama menjaga alam dan bijak memanfaatkan kebaikan alam," katanya.

Dalam acara Gerakan Nasional Pemulihan DAS 2019 itu, turut dilakukan penanaman sejumlah bibit pohon di pinggiran aliran Sungai Kayahan. Selain itu juga turut dilakukan pemberian penghargaan kepada sejumlah masyarakat yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap pengelolaan lingkungan.

Salah satu orang yang dinilai memiliki kepedulian terhadap lingkungan yakni Andi Wirahadi Kusuma yang masuk kategori sebagai pelaku Hutan Rakyat Kebun Bibit Rakyat (KBR) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dirjen Pengendalian DAS-HL, Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Kahayan.

Baca juga: Aktivitas pertanian di lahan gambut, diyakini meminimalkan karhutla di Palangka Raya

Baca juga: Umi Mastikah: Pemuda harus bisa warisi semangat pahlawan


 

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar