Ratusan hektare lahan pertanian dan perkebunan di Pulpis terendam banjir

id Pemkab pulang pisau, banjir, desa gandang barat, kecamatan maliku, terendam banjir, pertanian, perkebunan

Ratusan hektare lahan pertanian dan perkebunan di Pulpis terendam banjir

Kondisi banjir yang merendam Desa Gandang Barat, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau. (ANTARA/Ho-BPBD Pulang Pisau)

Pulang Pisau (ANTARA) - Banjir di Desa Gandang Barat, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah hingga saat ini sudah merendam seluas 380 hektare lahan pertanian dan perkebunan.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat sudah turun ke lapangan terkait kondisi itu, kata Kepala Pelaksana BPBD Pulang Pisau melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Tekson di Pulang Pisau, Rabu.

"Salah satu penyebab banjir di Desa Gandang Barat adalah pendangkalan di saluran primer. Akibatnya, saat terjadi hujan dengan intensitas cukup tinggi, saluran yang mengalami pendangkalan itu kurang berfungsi," katanya.

Dari hasil pendataan sementara yang dilakukan tim, terang Tekson, tercatat sebanyak 185 rumah terdampak banjir dan merendam jalan sepanjang 100 meter.

Selanjutnya lahan pertanian seluas 80 hektare dan lahan perkebunan seluas 300 hektare, hingga peternakan berupa hewan sapi sebanyak 30 ekor kandangnya terendam banjir.

"Juga beberapa fasilitas publik juga ikut terkena banjir seperti bangunan SD maupun Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD," katanya menegaskan.

Menurut Tekson, ketinggian air dari banjir yang terjadi di Desa Gandang Barat saat ini mencapai 25 sentimeter dan diperkirakan meningkat kembali apabila terjadi hujan dengan intensitas cukup tinggi. Banjir mulai terjadi sejak lima hari lalu.

Banjir di Desa Gandang Barat tersebut, dilaporkan pemerintah setempat sudah mulai mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat. Khususnya pada bidang pertanian karena tanaman padi dan palawija milik petani terendam, sedangkan di lahan perkebunan banjir merendam sawit dan karet.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar