Ibu hamil diminta tak kunjungi Puskesmas Tewah untuk sementara

id Kepala Puskesmas Tewah,gunung mas,gumas,Ibu hamil diminta tak kunjungi Puskesmas Tewah untuk sementara

Ibu hamil diminta tak kunjungi Puskesmas Tewah untuk sementara

Petugas Poli KIA-KB Puskesmas Tewah beraktivitas di puskesmas setempat, Senin (30/3/2020). (ANTARA/HO – Puskesmas Tewah)

Kuala Kurun (ANTARA) - Kepala Puskesmas Tewah, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah Heny Erlina meminta ibu hamil untuk tidak ke poli Kesehatan Ibu dan Anak - Keluarga Berencana (KIA-KB), selama pandemi virus corona atau COVID-19.

“Biasanya setiap hari banyak ibu hamil yang datang ke Puskesmas Tewah untuk mengontrol kehamilan, konsultasi masalah kesehatan reproduksi, atau masalah kehamilan yang ringan,” ucap Heny saat dihubungi dari Kuala Kurun, Senin.

Guna menjaga kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandung, maka sebisa mungkin mereka diminta untuk tidak dulu datang ke Puskesmas Tewah, kecuali dalam keadaan darurat.

Baca juga: Hal yang sebaiknya tak dibicarakan dengan ibu hamil

Dia menjelaskan, keadaan darurat yang dimaksud disini diantaranya adalah  muntah terus dan tidak mau makan, demam tinggi, bengkak kaki, tangan, dan wajah, atau sakit kepala berat.

Kemudian, lanjut dia, jika ibu hami merasa janin kurang bergerak jika dibandingkan dengan keadaan sebelumnya, pendarahan pada hamil muda dan hamil tua, demam, menggigil, serta berkeringat.

Lalu jika terasa sakit saat buang air kecil, mengalami masalah dengan  kesehatan reproduksi, batuk lama atau lebih dari dua minggu, jantung berdebar-debar atau nyeri di dada.

“Keadaan darurat lainnya yang saya maksud adalah sulit tidur dan cemas berlebihan, air ketuban keluar sebelum waktunya, dan batuk pilek disertai sesak napas,” beber Heny.

Baca juga: Makanan ini bisa percepat terjadinya kehamilan

Jika sekedar kontrol, sebaiknya untuk saat ini ditunda dulu, tetap di rumah, sembari menjaga pola makan. Namun jika ada keluhan masalah kehamilan, ibu hamil diminta segera datang ke puskesmas.

Lebih lanjut, Puskesmas Tewah saat ini menerapkan sejumlah aturan khusus, seperti masyarakat yang datang harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir di tempat yang sudah disediakan. Lalu, pasien batuk dilayani di luar ruangan.

“Untuk pengunjung atau penunggu pasien rawat inap juga dibatasi hanya satu orang, itupun harus melapor dulu ke petugas jaga. Itu semua demi menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Heny.

Baca juga: Amankah ibu hamil makan steak yang tidak matang sempurna?

Baca juga: Penyakit sifilis bisa menular dari ibu hamil hingga ke janin

Baca juga: Aktivitas fisik yang tepat untuk ibu hamil

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar