Rumah Isolasi di Palangka Raya dihuni 21 OTG

id palangka raya,Rumah Isolasi di Palangka Raya dihuni 21 OTG,rumah isolasi ,Wakil Wali Kota Palangka Raya, Umi Mastikah

Rumah Isolasi di Palangka Raya dihuni 21 OTG

Aparat kepolisian menjaga gerbang rumah isolasi di Palangka Raya, Kamis (7/4/2020). (ANTARA/Rendhik Andika)

Palangka Raya (ANTARA) - Sebanyak 21 Orang Tanpa Gejala (OTG) yang menunggu hasil tes swab COVID-19 menempati rumah isolasi yang disiapkan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

"Sampai hari ada 21 orang yang berada di rumah isolasi. Mereka menunggu hasil tes Swab usai kontak erat dengan pasien positif COVID-19," kata Wakil Wali Kota Palangka Raya, Umi Mastikah, Kamis.

Dia menerangkan 21 orang tersebut masuk kategori orang tanpa gejala. Sedangkan mereka yang masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau sudah dinyatakan positif COVID-19 akan di rujuk ke rumah sakit.

Rumah Isolasi itu sendiri merupakan pusat isolasi yang disiapkan Pemerintah Kota Palangka Raya. Bertempat di Asrama Haji Almabrur kota setempat, setidaknya sudah 100 kamar yang siap huni dan dapat ditambah hingga kapasitas 600 orang jika diperlukan.

Baca juga: Palangka Raya PSBB, ini tanggapan Wali Kota Fairid Naparin

Rumah isolasi itu sendiri dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti AC, jaringan wifi dan televisi. Bahkan Bahkan pemerintah berencana menambah agenda senam pagi dan kegiatan lain untuk menghilangkan kebosanan para penghuni.

Selain itu, rumah isolasi tersebut juga dijaga 20 pihak keamanan baik TNI, Polri dan Satpol PP serta ditambah 14 tenaga kesehatan selama 24 jam dengan pola berjaga bergantian.

"Kita ingin memastikan kesehatan fisik dan mental penghuni rumah isolasi tetap prima. Selain itu keamanan penghuni dan masyarakat sekitar diamankan oleh aparat yang bertugas. Kita ingin peserta isolasi tetap merasa santai dan nyaman," kata Umi.

Dalam rangka memastikan lingkungan setempat steril, petugas secara berkala juga akan melakukan penyemprotan cairan desinfektan ke seluruh area Asrama Haji Al Mabrur tersebut.

Pelaksana Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani menerangkan, rumah isolasi tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang pernah kontak erat dengan pasien positif COVID-19. Terutama mereka yang tengah menunggu hasil uji swab.

Baca juga: Wakil Wali Kota Palangka Raya tinjau aktivitas pos pantau COVID-19

"Jadi tidak semua yang kontak erat ditempatkan di pusat isolasi. Sementara hanya bagi mereka yang kontak erat dan tengah menunggu hasil swab. Hal itu untuk meminimalkan potensi penularan virus terhadap keluarga dan tetangga orang tersebut," kata Emi.

Meski demikian, yang menentukan seseorang akan ditempatkan di pusat isolasi yang disiapkan Pemerintah Kota Palangka Raya itu yakni tim deteksi dini dan tim kesehatan dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota setempat.

"Intinya isolasi ini untuk meminimalkan penyebaran atau penularan COVID-19. Dengan berada di pusat isolasi kondisi orang bersangkutan akan dapat terpantau oleh tim gugus baik dari sisi sosialisasi maupun kesehatan," kata Emi.

Pihaknya pun berharap nantinya masyarakat dapat mendukung seluruh upaya pemerintah dalam penanggulangan penyebaran COVID-19 termasuk adanya pusat isolasi itu.

Baca juga: Palangka Raya mulai operasikan pusat isolasi COVID-19

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar