Pasien positif COVID-19 dengan penyakit penyerta berisiko tinggi sebabkan kematian

id Pasien positif COVID-19 dengan penyakit penyerta berisiko tinggi sebabkan kematian, Pemkab Kotim, Multazam, Sampit, Kotim, Kotawaringin Timur, virus C

Pasien positif COVID-19 dengan penyakit penyerta berisiko tinggi sebabkan kematian

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kotawaringin Timur Multazam saat memantau tes cepat COVID-19 di Gedung Serbaguna Sampit, belum lama ini. ANTARA/Norjani

Sampit (ANTARA) - Penderita COVID-19 yang memiliki penyakit penyerta serius dinilai sangat berisiko menyebabkan kematian, seperti yang sejauh ini terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah.

"Satu orang lagi pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang meninggal dunia. Almarhum juga ada riwayat penyakit yang mengharuskan rutin cuci darah di Palangka Raya," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Kamis.

Pasien yang meninggal dunia itu disebut pasien nomor 33. Pria asal Kecamatan Kota Besi ini meninggal dunia saat perawatan di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya pada Kamis (2/7) pukul  05.45 WIB.

Sebelumnya, seorang pasien yaitu pasien nomor 32 asal Kecamatan Mentaya Hilir Utara juga meninggal dalam perawatan di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya Kalimantan Tengah pada Senin (29/6) pukul 02.00 dini hari. Pasien ini juga memiliki riwayat gagal ginjal kronis sehingga harus rutin cuci darah di rumah sakit tersebut.

Keduanya dimakamkan di Palangka Raya oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 setempat dengan protokol pemakaman pasien positif COVID-19. Pihak keluarga bisa memaklumi kondisi ini.

Kini jumlah warga Kabupaten Kotawaringin Timur penderita COVID-19 yang meninggal dunia sebanyak empat orang. Dua orang lainnya yaitu pria berusia 55 tahun dunia di RSUD dr Murjani Sampit pada Jumat (24/4) pukul 22.53 WIB dan pria berusia 52 tahun meninggal dunia di RSUD dr Murjani Sampit pada Jumat (10/4) pukul 22.35 WIB. Keduanya juga diketahui memiliki riwayat penyakit lain yang cukup serius.

Baca juga: Pelosok Kotim perlu jaringan internet dukung kemajuan wilayah

Fakta dari empat pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia ini menunjukkan bahwa faktor usia diduga berpengaruh terhadap daya tahan tubuh. Selain itu, penyakit penyerta yang sudah ada lebih dulu, diperkirakan memperlambat upaya penyembuhan COVID-19.

Selain kabar penambahan pasien COVID-19 yang meninggal dunia, Multazam juga mengabarkan ada dua pasien positif COVID-19 yang berhasil sembuh. Mereka adalah pasien nomor 29 yang merupakan bayi laki-laki berusia tiga bulan asal Kecamatan Parenggean dan pasien nomor 31 yaitu seorang laki-laki berusia 40 tahun asal Kecamatan Baamang.

Hingga Kamis, jumlah warga Kotawaringin Timur yang terjangkit COVID-19 sebanyak 41 orang. Terdiri dari 23 orang sudah sembuh, 14 orang masih dirawat dan empat orang meninggal dunia. Selain itu terdapat tiga pasien dalam pengawasan (PDP) dan 124 orang dalam pemantauan (ODP).

"Kami tidak bosan-bosannya mengimbau masyarakat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 karena daerah kita masih berisiko. Gunakan masker, jaga jarak dan sering cuci tangan agar terhindar dari COVID-19," demikian Multazam.
 

Baca juga: Pasangan Taufiq-Supriadi mengaku optimistis hadapi pilkada

Baca juga: Koperasi jangan malah membebani masyarakat Kotim


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar