Penderita COVID-19 Kotim kembali melonjak, terbanyak di Parenggean

id Penderita COVID-19 Kotim kembali melonjak, terbanyak di Parenggean, pemkab Kotim, Multazam, Sampit, Kotim, Kotawaringin Timur

Penderita COVID-19 Kotim kembali melonjak, terbanyak di Parenggean

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kotawaringin Timur, Multazam. ANTARA/Norjani

Sampit (ANTARA) - Jumlah kasus baru penularan COVID-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah kembali melonjak, sebagian besar merupakan warga Kecamatan Parenggean.

"Ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Tim dari Gugus Tugas kembali berangkat ke Parenggean untuk melakukan pelacakan siapa saja yang kontak erat dengan pasien-pasien terkonfirmasi positif COVID-19 tersebut," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kotawaringin, Multazam di Sampit, Jumat.

Berdasarkan data hingga Jumat siang, penderita COVID-19 di Kotawaringin Timur bertambah tujuh orang sehingga total menjadi 96 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 67 orang sembuh, 5 orang meninggal dunia, 24 orang masih dirawat dan 44 orang suspect.

Tujuh pasien baru terkonfirmasi positif COVID-19 tersebut terbanyak berasal dari Kecamatan Parenggean Parenggean sebanyak enam orang, yaitu anak laki-laki berumur 7 dan 8 tahun, serta perempuan berusia 30, 32, 37 dan 50 tahun. Sedangkan satu orang lainnya yaitu pria berusia 33 tahun dari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Selain itu ada lima pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh yaitu empat dari Kecamatan Parenggean yang terdiri dari laki-laki berusia 6, 7 dan 28 tahun, serta seorang perempuan berusia 28 tahun. Sedangkan satu orang lainnya adalah laki-laki berusia 26 tahun dari Kecamatan Baamang.

Terus bertambahnya penderita baru COVID-19 dari Parenggean cukup memprihatinkan karena menunjukkan penularan virus mematikan ini di kecamatan tersebut masih tinggi. Masyarakat diimbau mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah dan memutus mata rantai penularan COVID-19.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena jumlah penderita COVID-19 dari Parenggean semakin banyak. Bahkan beberapa waktu lalu seorang staf puskesmas setempat meninggal dunia saat menjalani perawatan di ruang isolasi penanganan COVID-19 RSUD dr Murjani Sampit.

Baca juga: Bupati Kotim minta maaf banyak pembangunan ditunda

Untuk menangani penularan COVID-19 di Parenggean, sebelumnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kotawaringin Timur bekerjasama dengan Gugus Tugas kecamatan setempat, telah melakukan operasi khusus untuk menghentikan penularan COVID-19 di kecamatan tersebut.

Hingga saat ini Gugus Tugas setempat terus melakukan berbagai upaya untuk menghentikan penularan COVID-19 di kecamatan itu. Masyarakat diharapkan membantu upaya tersebut dengan mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan.

Multazam yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kotawaringin Timur mengimbau masyarakat mengenakan masker saat ke luar rumah, menjaga jarak, tidak bersentuhan, sering mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi makanan bergizi serta berolahraga secara teratur. Imun tubuh yang kuat diyakini dapat menghindarkan diri dari tertular COVID-19.

"Tanpa ada kesadaran masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan, akan sangat berat bagi kota untuk menangani pandemi COVID-19 ini. Masyarakat harus sadar bahwa virus ini sangat berbahaya dan potensi penularannya masih tinggi, makanya jalankan protokol kesehatan agar tidak tertular," demikian Multazam.

Baca juga: ASN Kotim diimbau fokus bekerja tanpa terlibat politik praktis

Baca juga: Pemkab Kotim akhirnya ambil alih penyelesaian Pasar Mangkikit