Lonjakan COVID-19 di Kotim dipicu ketidakdisiplinan

id Ketidakdisiplinan masyarakat memicu lonjakan COVID-19 di Kotim, DPRD Kotim, Sampit, Suprianto, Kotim, Kotawaringin Timur

Lonjakan COVID-19 di Kotim dipicu ketidakdisiplinan

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Suprianto (kanan) mendengarkan penjelasan Kepala Dinas Kesehatan dr Faisal Novendra Cahyanto saat peninjauan Klinik Islamic Center penanganan pasien COVID-19, beberapa waktu lalu. ANTARA/Norjani

Sampit (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, Suprianto mengajak masyarakat meningkatkan kedisiplinan menjaga kesehatan agar penularan COVID-19 tidak terus meningkat.

"Pandemi ini memang tidak hanya melanda Kotim, tapi melihat sebagian masyarakat kita kurang disiplin menjaga kesehatan, sebenarnya peningkatan ini sudah bisa diprediksi. Kita tidak tahu ini akan terjadi sampai kapan," kata Suprianto di Sampit, Jumat.

Tren penularan COVID-19 di Kotawaringin Timur kembali meningkat. Parahnya, penularan akhir-akhir ini sudah menyentuh kluster terkecil yaitu keluarga.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kotawaringin Timur, jumlah warga yang terjangkit COVID-19 sudah mencapai 168 orang, termasuk tiga kasus baru yang dilaporkan hari ini. Jumlah penderita COVID-19 terdiri dari 86 orang sudah sembuh, 77 orang masih dirawat dan lima orang meninggal dunia.

Petugas mulai kewalahan karena ruang isolasi yang disiapkan di RSUD dr Murjani Sampit dan Klinik Islamic Center sudah hampir penuh karena pasien yang dirawat tidak hanya warga Kotawaringin Timur, tetapi juga pasien rujukan dari Kabupaten Katingan.

Suprianto mengajak masyarakat menyadari ancaman COVID-19 yang semakin parah. Masyarakat diimbau peduli melindungi diri dan keluarga agar terhindar dari penularan virus mematikan tersebut. Protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, tidak bersentuhan dan sering mencuci tangan, merupakan hal wajib dilakukan.

Baca juga: Satu pegawai positif COVID-19, DPRD Kotim lakukan uji cepat massal

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera ini, selain kurang disiplin menjalankan protokol kesehatan, sebagian masyarakat juga kurang disiplin dalam menjaga pola hidup sehat, padahal manfaatnya sangat penting untuk menjaga imun tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.

"Hal yang perlu diperbaiki tidak cukup dengan protokol kesehatan, tetapi juga menjalankan pola hidup sehat. Rajin berolahraga, istirahat yang cukup dan makan makanan bergizi. Tapi sekarang, kafe-kafe buka sampai pukul 11.00 malam, sehingga istirahat kurang," tambah Suprianto.

Masyarakat juga diimbau menjaga kesehatan lingkungan karena sangat erat kaitannya dengan kualitas kesehatan. Terlebih di tengah pandemi COVID-19 ini, masyarakat harus peduli karena setidaknya ini demi diri dan keluarga sendiri.

"Untuk mengatasi COVID-19 ini perlu melibatkan seluruh komponen masyarakat. Sosialisasi juga harus digencarkan supaya tidak kita semata-mata hanya mengatasi pandemi COVID-19 saat ini, tetapi juga menciptakan kondisi masyarakat yang hidup dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan," demikian Suprianto.

Baca juga: Jenazah nakhoda korban tabrakan kapal di Sungai Mentaya ditemukan

Baca juga: Nakhoda diduga tenggelam bersama kapalnya yang karam di Sungai Mentaya

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar