Sakariyas: Keluarga merupakan ujung tombak pencegahan stunting

id Pemkab katingan, bupati katingan sakariyas, stunting, gagal tumbuh, pola asuh, kasongan, katingan, kalteng

Sakariyas: Keluarga merupakan ujung tombak pencegahan stunting

Ilustrasi - Peran bidan dalam membantu layanan kesehatan ibu dan anak melalui posyandu. ANTARA/Nirkomala/am.

Kasongan (ANTARA) -
Bupati Katingan Provinsi Kalimantan Tengah Sakariyas mengatakan keluarga merupakan komponen utama yang sangat berperan dalam pencegahan maupun penanggulangan stunting atau kondisi gagal tumbuh/kerdil pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis.
 
"Kenapa keluarga, karena masalah gizi, sangat erat kaitannya dengan ruang lingkup keluarga. Keluargalah yang mengetahui bagaimana praktik pengasuhan terhadap balita," kata Sakariyas, Senin.
 
Menurutnya stunting terjadi jika pengasuhan balita kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkan, serta masih kurangnya untuk mengonsumsi makanan bergizi.
 
"Untuk diketahui penyebab stunting yang paling utama adalah masalah kekurangan gizi saat ibu mengandung bayi," ucapnya.

Baca juga: Dana Desa Katingan capai Rp129,6 miliar, ini prioritas penggunaannya
 
Dia menambahkan, dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting di kabupaten setempat, pihaknya selaku kepala daerah belum lama tadi telah menandatangani pernyataan komitmen pelaksanaan percepatan penurunan angka stunting dengan Sekretariat Wakil Presiden dan Kementerian Sekretariat Negara RI.
 
Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan komitmen tersebut, dirinya telah menugaskan jajaran organisasi perangkat daerah terkait menyususun rembuk stunting ke dalam rencana intervensi gizi terintegrasi penurunan stunting.
 
Untuk selanjutnya dimuat di dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2023. Dengan begitu target indikator pembangunan bidang kesehatan yaitu menurunkan prevalensi stunting pada anak di bawah usia dua tahun dapat tercapai.
 
Dirinya meyakini program peningkatkan derajat kesehatan masyarakat juga akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya generasi muda atau generasi penerus.
 
"Generasi penerus yang memiliki kemampuan emosional, sosial dan fisik yang siap untuk belajar dan berkompetensi adalah modal dasar pembangunan di Bumi Penyang Hinje Simpei ini," demikian Sakariyas.

Baca juga: Korupsi dana desa, mantan kades di Katingan divonis tiga tahun penjara

Baca juga: Tewang Manyangen Pelaksana Terbaik Gotong Royong Masyarakat Desa se-Katingan