Pencarian seorang mahasiswa ULM hilang di Kapuas masih berlanjut

id mahasiswa ULM hilang,mahasiswa hilang,kapuas,kalteng,geotagging,Desa Sei Ahas, Kecamatan Mantangai

Pencarian seorang mahasiswa ULM hilang di Kapuas masih berlanjut

Tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap seorang mahasiswa ULM di kabarkan hilang di Desa Sei Ahas, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Minggu (5/6/2024). ANTARA/HO-BPBD Kapuas

Kuala Kapuas (ANTARA) - Tim Gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap seorang mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang dikabarkan hilang di wilayah Desa Sei Ahas, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

"Pencarian sampai dengan saat ini pukul 22:00 WIB pencarian masih tetap dilakukan dan korban belum ditemukan," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Fakhruransi melalui keterangan tertulis, Minggu malam.

Pencarian masih terus dilakukan tim gabungan terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, Kecamatan Mantangai, Pemdes Sei Ahas, Mapala ULM, Pihak PBS dan pihak terkait lainnya, yang melaksanakan giat operasi SAR menyisir area hutan di sekitar desa tersebut.

Dijelaskannya, operasi SAR terhadap mahasiswa ULM Aditya Dharma Santoso (21) yang merupakan warga Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel ini pada pencarian hari ketiga, yaitu Minggu, 5 Mei 2024, diawali dengan rapat perencanaan operasi, breafing personil dan pembagian tugas di lapangan.

Selanjutnya pukul 08:00 WIB tim melakukan pencarian dan sampai pukul 15:30 WIB tim kembali ke posko/camp.

Kemudian, sekitar pukul 16:00 WIB Tim kembali melaksanakan rapat evaluasi, rapat perencanaan operasi dan brefing sore untuk melanjutkan giat malam.
 
Tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap seorang mahasiswa ULM di kabarkan hilang di Desa Sei Ahas, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Minggu (5/6/2024). ANTARA/HO-BPBD Kapuas

"Tadi pada pukul 17:00 WIB Tim kembali melakukan pencarian dan sampai pukul 22.00 WIB ini korban belum ditemukan," katanya.

Adapun kendala yang dihadapi di lapangan akses menuju lokasi serta mobilisasi personil hanya bisa menggunakan perahu bermesin atau klotok ces.

"Lalu, lokasi pencarian korban berada di dalam hutan mengakibatkan terbatasnya visibility karena terhalang vegetasi yang tingginya rata-rata 1-2 meter," demikian Fakhruransi.

Sebelumnya, diketahui mahasiswa dari Fakultas Kehutanan ULM itu telah dikabarkan menghilang saat melakukan geotagging, yakni penambahan informasi geografis ke data digital di Desa Sei Ahas, Kecamatan Mantangai, pada Kamis (2/5/2024) lalu.

Tiga hari pasca menghilang, kondisi maupun posisi korban masih belum diketahui keberadaanya dan tim gabungan masih berupaya melakukan pencarian.

Bahkan dari informasi yang didapat, di hari kedua pencarian juga sudah dibantu warga dengan menggelar ritual Sangiang.