Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mengirimkan 75 anggota kontingen untuk mengikuti Pekan Daerah (Peda) XIV Petani Nelayan yang digelar di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, pada 2-6 Agustus 2025.
“Hari ini kami melepas Kontingen Kotim untuk mengikuti Peda XIV Petani Nelayan yang digelar di Pangkalan Bun. Semoga kegiatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para kontingen untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotim Rody Kamislam di Sampit, Kamis.
Rody mewakili Bupati Kotim Halikinnor memimpin pelepasan Kontingen Kotim di halaman Kantor Bupati Kotim, Jalan Jenderal Sudirman Sampit.
Rody menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta kontingen yang siap diberangkatkan, karean menurutnya anggota kontingen merupaka duta yang mewakili wajah dan marwah daerah dalam bidang pertanian, perkebunan, perikanan hingga kelompok tani milenial dan P4S.
Peda XIV Petani Nelayan yang disebut juga Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ini merupakan kesempatan langka dan berharga untuk menimbang ilmu, menambah wawasan serta menjalin silaturahim dengan para petani dan nelayan unggul dari seluruh penjuru Kalteng.
“Harapan saya kegiatan ini bisa menjadi media bagi petani maupun nelayan kita untuk belajar, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta teknologi terbaru yang dapat meningkatkan produktivitas kita di bidang pertanian, perkebunan maupun perikanan,” ujarnya.
Rody juga menyebut, kegiatan ini adalah ajang strategis untuk mengaktualisasikan peran petani dan nelayan sebagai penggerak ekonomi daerah. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim Sepnita serta jajaran.
Melalui berbagai agenda, diharapkan terjadi transfer pengetahuan dan teknologi yang akan meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku utama sektor pertanian dan kelautan.
Baca juga: Kadin Kotim sarankan Koperasi Merah Putih jalankan usaha ketahanan pangan
Ia berpesan agar Kontingen Kotim mengikuti setiap agenda dengan semangat dan menunjukkan kepada seluruh peserta dari daerah lain bahwa Kontingen Kotim adalah orang-orang terpilih yang kompeten, beradab dan bermartabat.
“Saya juga mengingatkan agar menjaga etika, disiplin dan kekompakan selama mengikuti rangkaian kegiatan. Ingatlah, nama baik daerah dititipkan di pundak saudara semua. Apa yang saudara lakukan akan menjadi refleksi dari seluruh masyarakat Kotim,” demikian Rody.
Ketua Kontingen Peda XIV Petani Nelayan Kotim Rahidin menyampaikan jumlah anggota Kontingen Kotim pada Peda tahun ini sebanyak 75 orang yang terdiri atas 35 peserta utama, 27 pendamping, 13 peninjau dan 6 pendamping.
Kontingen Kotim ini dijadwalkan berangkat pada 1 Agustus dan kembali pada 7 Agustus 2025. Adapun, cabang lomba yang diikuti sebanyak 23 cabang lomba.
Peserta utama adalah perwakilan dari beberapa kelompok tani, gabungan kelompok tani, kelompok budidaya ikan dan UMKM di wilayah Kotim yang dinilai memenuhi syarat dan punya talenta untuk mengikuti berbagai lomba.
“Alhamdulillah, dari 23 cabang lomba yang digelar pada Peda tahun ini, Kotim bisa mengikuti semua cabang lomba serta kegiatan lainnya. Walaupun karena keterbatasan jumlah peserta hingga kita upayakan dari masing-masing peserta mengikuti lebih dari satu lomba,” bebernya.
Meski jumlah peserta yang terbatas, tetapi dengan semangat dan harapan semua anggota, ia optimis bisa mencapai hasil yang optimal. Setelah meraih juara 3 pada Peda sebelumnya di Sukamara, ia menargetkan Kontingen Kotim bisa meraih juara umum tahun ini.
Tak lupa, Rahidin mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Kotim serta dinas terkait yang telah memberikan dukungan dan mempersiapkan segala keperluan sehingga pihaknya bisa memberikan yang terbaik bagi Bumi Habaring Hurung.
“Harapan kami peserta minimal hasil maksimal dan nantinya para peserta setelah kembali dari Peda dapat mengimplementasikan atau menerapkan apa yang telah didapat selama mengikuti kegiatan, sehingga bisa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan petani dan keluarganya secara merata,” demikian Rahidin.
Baca juga: Penyaluran bantuan pangan beras di Kotim mulai jangkau kecamatan terjauh
Baca juga: Futsal Persahabatan jadi sarana memperkuat sinergi insan perhubungan Kotim
Baca juga: Beras SPHP langsung diserbu warga di Sampit
