Kuala Pembuang (Antara Kalteng) - Pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi berencana mengembangkan 10 desa di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, pada 2016.
"Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi bekerja sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta akan mengembangkan 10 desa di Seruyan," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Seruyan Haryono di Kuala Pembuang, Jumat.
Ia mengatakan berdasarkan pertemuan dengan kementerian bersangkutan belum lama ini ada 10 desa di Kecamatan Seruyan Hilir dan Kecamatan Seruyan Hilir Timur yang akan dikembangkan menjadi "Kawasan Agro Bahari Sejahtera".
"Desa-desa yang dimaksud yakni, desa di Kecamatan Seruyan Hilir, Desa Sungai Undang, Pematang Limau, Persil Raya dan Sungai Perlu, sedangkan desa di Kecamatan Seruyan Hilir Timur yakni, Desa Pematang Panjang, Sungai Bakau, Kartika Bhakti, Bangun Harja, Halimaung Jaya dan Mekar Indah," katanya.
Pada tahap awal, program pengembangan kawasan dengan dana APBN akan difokuskan di desa yang saling berdekatan dan memiliki kesamaan potensi serta dekat dengan ibu kota kabupaten, yakni Kuala Pembuang.
"Karena desa-desa tersebut akan menjadi wajah dari Kabupaten Seruyan," katanya.
Ia menjelaskan, sesuai dengan nama "Kawasan Agro Bahari", pengembangan potensi desa diarahkan pada pengembangan pertanian, perkebunan, serta sektor perikanan dan pariwisata.
"Sebagaimana diketahui, dua kecamatan ini memiliki kesamaan potensi, di antaranya sebagai sentra produksi perikanan, pisang, padi, kelapa, serta wisata pantai," katanya.
Ia menambahkan, program pengembangan desa merupakan upaya pemerintah dalam menjabarkan Undang-Undang Desa dalam upaya mensejahterakan masyarakat desa.
"Isu-isu pengembangan desa lainnya akan dibahas kembali pada forum desa se-Kalimantan di Balikpapan, Kalimantan Timur, November mendatang, tujuan akhirnya adalah membangun desa, membangun Indonesia," katanya.
