Buntok (Antara Kalteng) - Warga desa Babai, kecamatan Karau Kuala, kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah mengharapkan pemerintah membangun akses jalan darat yang tembus menuju wilayah desa Talio dan Teluk Betung.
"Kita sangat mendambakan adanya akses jalan darat tersebut," kata salah seorang warga desa Babai, Amang Uli di desa Babai, Selasa.
Badan jalan diseberang desa Talio sudah dibangun dan jika jalan di desa ini dibangun sekitar dua kilometer akan tersambung akses antardesa, dan ini bisa tembus ke desa Babai, ujarnya.
"Sedangkan untuk bisa tembus ke desa teluk Betung perlu dibangun badan jalan sepanjang kurang lebih lima kilometer, sebab dari desa Teluk Betung menuju perbatasan desa Babai sudah ada jalan yang dicor beton," jelasnya.
Dia mengharapkan pemerintah kabupaten (Pemkab) Barsel membangun jalan darat baik dari desa Babai menuju wilayah desa Talio maupun ke desa Teluk Betung. Ini penting bagi kelancaran roda perekonomian warga daerah tersebut.
"Kalau ada akses jalan menuju Teluk Betung, maka warga hanya memerlukan kelotok (Perahu Mesin) untuk menyeberangkan kendaraannya di Sungai Barito menuju ke Bangkuang ibukota kecamatan Karau Kuala," ucapnya.
Bila jalan menuju desa Talio bisa dilalui, warga tinggal menyeberangkan kendaraannya sudah dapat mencapai Buntok, ibu kota Kabupaten Barsel. Jika dibangun dua akses jalan darat tersebut, maka secara otomatis masyarakat desa Babai tidak terisolasi lagi dan warga pun akan lebih mudah menuju keluar desa, tambah Amang Uli.
Dia mengatakan, masyarakat yang selama ini ingin keluar desa harus menggunakan transportasi air dengan biaya pulang pergi (PP) seperti speedboad menuju ke kota Buntok Rp105.000. Bila menggunakan taksi kapal motor biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp70.000, akan tetapi kalau ada akses jalan darat biayanya jauh berkurang dari angka tersebut.
Oleh karena itu, akses jalan bagi masyarakat sangat diperlukan. Dengan adanya akses jalan darat itu juga kata dia, masyarakat dapat menggunakan kendaraan roda dua untuk bepergian keluar desa.
