Sejumlah petugas penyelenggara Pemilu di Kapuas jatuh sakit hingga gejala stroke ringan

id KPU Kapuas,penyelenggara Pemilu di Kapuas jatuh sakit dan gejala stroke ringan,Sejumlah petugas penyelenggara Pemilu di Kapuas jatuh sakit dan gejala

Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, ketika rekapitulasi suara Pemilu 2019, di Aula Kantor Kecamatan Selat, Sabtu (20/4/2019). (Foto Antara Kalteng/ All Ikhwan)

Kuala Kapuas (ANTARA) - Sejumlah petugas penyelenggara Pemilu yang ada di Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah mengalami jatuh sakit hingga stroke ringan, akibat kelelahan dalam menjalankan tugas pengawasan pencoblosan dan penghitungan.

"Ya ada lima orang yang mendapat musibah jatuh sakit saat melaksanakan tugas, ada yang masih di rawat jalan dan ada masih dirawat di rumah sakit, termasuk Staf Subbag Hukum Sekretariat KPU Kabupaten Kapuas Suriansyah (50), kena gejala stroke ringan karena kelelahan menyiapkan logistik Pemilu dan saat ini masih istirahat dan menjalani rawat jalan." kata Ketua KPU Kabupaten Kapuas, Jamilah Maisura, saat dihubungi Antara di Kuala Kapuas, Selasa.

Selanjutnya, Frenky Oksen Saputra warga Desa Mantangai Hilir RT 5 Kecamatan Mantangai, yang merupakan anggota PPK setempat, pada Sabtu (20/4) sekitar pukul 22.00 WIB, sewaktu menginput data tiba2-tiba pingsan, lalu dirujuk ke Puskesmas Mantangai untuk mendapat pertolongan tim medis. 

"Sampai saat ini masih rawat jalan karena disarankan dokter untuk istrahat total," katanya.

Sedangkan Jayadi (27) warga Desa Danau Rawah RT.3 Kecamatan Mantangai, yang merupakan anggota PPS Danau Rawah, pada Jumat (19/4) sekitar pukul 09.00 WIB bertempat di kantor seketariat PPK Keamatan Mantangai, tiba-tiba drop karena efek kelelahan kekurangan cairan (dehidrasi) saat merekapitulasi hasil surat suara, sehingga dirujuk ke Puskesmas Mantangai, untuk mendapatkan pertolongan dan perwatan tim medis.

Kemudian, Herjunianto (29) warga Desa Mantangai HiLir RT.03 Kecamatan Mantangai, yang merupakan Ketua PPK setempat, pada Senin (22/4) sekitar pukul 18.00 WIB, usai rapat intern dengan anggota terkait persiapan rapat pleno besok langsung drop dehidrasi dan dirujuk ke Puskesmas untuk mendapat perawatan Tim Medis.

"Untuk pak Basir (60) yang bertugas sebagai Limnas di TPS 03 sampai sejak pagi hingga dini hari kegiatan Penghitungan Rekapitulasi di TPS, masuk rumah sakit rawat inap sejak hari Minggu (21/4) pukul 13.30 WIB dan di diagnosa memiliki penyakit mag kronis/ulu hati dan mengalami kesulitan untuk makan. Diperkirakan masih rawat inap selama 1-2 hari kedepan," ujarnya.

"Saya pun juga diposisi yang sama pak, saya sedang tidak dikantor rehat dirumah, soalnya malam tadi muntah-muntah tidak enak badan, padahal pekerjaan masih ada yang harus diselesaikan," ucap Jamilah Maisura.

Sementara terkait hal tersebut, pihaknya pun sudah membuat surat dan sudah melayangkan surat permohonan bantuan medis kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, untuk dapat membantu tim kesehatan agar ditempatkan disetiap kecamatan di daerah setempat yang saat ini sedang berlangsung rekapitulasi suara. 

"Kita sudah mengirimkan surat kemarin ke Dinas Kesehatan Kapuas, untuk dapat membantu disetiap kecamatan yang sedang berlangsung rekapitulasi suara," demikian Jamilah Maisura.

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar