Sektor tunggal putra jadi target di kejuaraan Dunia BWF

id Jonatan Christie,Anthony Sinisuka Ginting,Tommy Sugiarto,Dunia BWF,Sektor tunggal putra jadi target di kejuaraan Dunia BWF

Pebulu tangkis Indonesia Jonatan Christie. (ANTARA FOTO/Humas PP PBSI-Widya/hma/hp/pri)

Jakarta (ANTARA) - Sektor tunggal putra untuk tahap awal ditargetkan menembus babak semifinal pada Kejuaraan Dunia BWF di Basel, Swiss 19-25 Agustus.

"Target kalau lihat dari drawing (pengundian)-nya memungkinkan untuk ke semifinal. Jadi saya lebih fokus ke semifinal dulu," kata pelatih tunggal putra Pelatnas Hendry Saputra seperti dikutip Badmintonindonesia.org.

Hendry mengatakan bahwa keinginan untuk maju ke final dan meraih juara tentu ada, dan ia mengaku optimistis.

"Tapi saya ingin fokus ke semifinal dulu. Karena kalau mereka lancar, akan bertemu di perempat final,” katanya.

Indonesia diwakili tiga tunggal putra pada Kejuaraan Dunia tersebut, yakni Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting dan Tommy Sugiarto.

Menurut bagan pertandingan pada laman Federasi Bulu Tangkis Dunia {BWF) , pemain tunggal putra Indonesia akan mulai bertanding pada hari pertama turnamen, Senin (19/8).

Jonatan yang menjadi unggulan keempat akan melawan pebulu tangkis Inggris Rajiv Ouseph, sedangkan Anthony yang menjadi unggulan keenam bertemu Georges Julien Paul dari Mauritius.

Adapun unggulan 15 Tommy akan menghadapi Niluka Katunaratne dari Sri Lanka.

Jika berhasil melalui babak-babak awal, Jonatan dan Tommy berpeluang bertemu pada putaran ketiga, dan pemenangnya mungkin bertemu dengan Anthony pada perempat final, sehingga posisi di semifinal bisa tercapai.

Hendry mengatakan, tim tunggal putra sudah menyiapkan diri untuk menghadapi kejuaraan tersebut dengan lebih banyak berlatih teknik dan bagaimana agar tidak mudah mati sendiri.

"Mati sendiri itu kan awalnya mungkin feelingnya yang kurang pas, atau pengambilan keputusan yang kurang pas, hal itu yang perlu dilatih lagi," kata Hendry yang juga menekankan pentingnya fokus di lapangan.

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar