Masukkan budaya Lamandau di senam kreasi 'goyang kaka enda'

id lamandau,kabupaten lamandau,goyang kaka enda,Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Lamandau,Ganthi P Kanisa

Sebanyak 32 kelompok putra dan putri mengikuti lomba senam kreasi goyang kaka enda, dalam rangka memperingati Haornas ke-32, di lapangan Bundaran Rusa, Nanga Bulik, Kamis (5/9/2019). (ANTARA/Koko Sulistyo)

Nanga Bulik, Lamandau (ANTARA) - Lomba senam kreasi 'goyang kaka enda' yang digelar Pemerintah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah diharapkan dapat memasukan unsur budaya daerah setempat, sebagai wujud dari upaya melestarikan kearifan lokal.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Lamandau Ganthi P Kanisa di Nanga Bulik, Kamis mengatakan lomba senam kreasi 'goyang kaka enda' merupakan rangkaian dari peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas), yang seremonialnya dilaksanakan pada tanggal 9 September 2019. 

"Kami memilih senam kreasi 'goyang kaka enda untuk dilombakan, karena tren yang berkembang saat ini. Apalagi 'goyang kaka enda' itu kan kreasi dari senam poco-poco," beber dia.

Dikatakan, motivasi dilaksanakannya kegiatan lomba tersebut, karena di Dispora Lamandau mempunyai program yang membidangi pembudayaan olahraga, sehingga sebelum masuk ke program olahraga prestasi, harus dimulai membudayakan olahraga kepada masyarakat, dan salah satunya adalah melaksanakan senam bersama.

Ia mengatakan, sejatinya senam 'goyang kaka enda' adalah kreasi senam yang latar belakangnya berbasis budaya, dan senam ini sekarang digandrungi oleh masyarakat.

"Program kami kan ada yang membidangi pembudayaan olahraga kita pilih senam ini selain itu juga senam ini sudah familiar," kata Ganthi. 

Baca juga: Pasar Induk Lamandau ditargetkan operasional 2021, kata Bupati

Senam kreasi 'goyang kaka enda' ini yang dasar-dasarnya dalam setiap langkah mengandung gerakan yang kental dengan unsur tarian daerah, sehingga dalam penilaiannya dapat mengangkat unsur budaya Kabupaten Lamandau.

Menurutnya, bisa saja langkah gerakan dasarnya murni dari pakemnya Kaka Enda, tetapi untuk variasinya dapat dikombinasikan dengan budaya lokal.

Dalam lomba kreasi goyang kaka enda yang dipusatkan di lapangan Bundaran Rusa Nanga Bulik itu, diikuti oleh kategori umum dengan jumlah kelompok sebanyak 32, yang terdiri dari peserta laki - laki sebanyak 11 kelompok dan perempuan sebanyak 21 kelompok.

"Bisa saja variasi gerakan dikombinasikan dengan unsur budaya lokal, begitu juga dengan kostum yang dikenakan oleh peserta," demikian Ghanti.

Baca juga: Logistik pilkades serentak Lamandau didistribusikan ke TPS H-3 pemungutan suara

Pewarta :
Uploader : Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar