Positif COVID-19 capai 121 kasus, pelayanan RSDS akan diperluas hingga BPSDM

id Virus corona, covid 19, kalteng, kalimantan tengah, palangka raya, perluasan rumah sakit, rsud doris sylvanus, rsds, bapelkes, asrama haji, bpsdm, pos

Positif COVID-19 capai 121 kasus, pelayanan RSDS akan diperluas hingga BPSDM

Ilustrasi perawatan pasien COVID-19.

Palangka Raya (ANTARA) - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kalimantan Tengah kembali merilis perkembangan terbaru pada Selasa (28/4) dan menyatakan kembali terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif.

"Secara kumulatif kasus positif COVID-19 sebanyak 121 orang, terdiri dari 104 dalam perawatan, 11 sembuh dan 6 meninggal," kata Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kalteng Sugianto Sabran, melalui Wakil Ketua Pelaksana Harian Suyuti Syamsul di Palangka Raya.

Penambahan kasus positif baru, terdiri dari Palangka Raya 4 orang, Kapuas 2 orang, Barito Selatan 1 orang dan Murung Raya 2 orang. Adapun riwayat pasien tersebut, kebanyakan kontak dengan yang positif dan ada juga karena sebelumnya tes cepat atau 'rapid test' reaktif.

Sementara itu, tak cukup hanya menggunakan Bapelkes Palangka Raya, kini perluasan pelayanan atau penanganan COVID-19 pada Rumah Sakit Doris Sylvanus (RSDS) kembali ditambah hingga asrama BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah.

"Kami sedang menyiapkan tambahan rumah sakit darurat atau perluasan pelayanan RSDS terkait COVID-19 di asrama BPSDM Kalteng," katanya yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kalteng tersebut.

Baca juga: TNI siap bantu penanganan jenazah terkait COVID-19 di Kalteng

Baca juga: Pedagang di Seruyan diharapkan ikuti protokol kesehatan COVID-19

Baca juga: Reaksi Wali Kota Palangka Raya saat dinyatakan positif COVID-19


Saat ini sedang dilakukan sedikit renovasi pada asrama BPSDM, sebab untuk kebutuhan pelayanan dan penanganan pasien terkait COVID-19, harus dibuat alur pasien guna mencegah potensi penularan. Pihaknya berupaya agar kebutuhan itu bisa diselesaikan dalam minggu ini.

Perluasan pelayanan kembali dilakukan, sebab terus meningkatnya jumlah pasien yang harus ditangani pihak RSDS. Adapun pasien terkait COVID-19 yang ditangani Doris, tak hanya berasal dari Palangka Raya, namun juga rujukan dari sejumlah kabupaten lainnya.

"Kapasitas maksimal terkait penanganan COVID-19 pada asrama BPSDM ini diperkirakan sekitar 70 pasien. Tetapi kalau tidak ada upaya yang memadai dari masyarakat, untuk disiplin mengikuti anjuran pemerintah guna memutus rantai penyebarannya, maka dalam waktu singkat juga bakal penuh," ucapnya.

Baca juga: Seorang dokter asal Muara Teweh meninggal diduga karena COVID-19

Baca juga: Warga Kapuas positif COVID-19 kembali bertambah dua orang

Baca juga: Seorang warga Bartim diisolasi usai jalani rapid test


Lebih lanjut ia menjabarkan, masa perawatan pasien terkait COVID-19 cukup lama, rata-rata bisa mencapai hingga 40 hari. Bahkan tercepat mungkin rata-rata sekitar 20 hari.

"Ini yang menyebabkan makin penuh. Pada Doris dan juga Bapelkes, jumlah maksimal yang bisa ditangani yakni sekitar 70 pasien," ungkapnya.

Ia menegaskan, jika tidak diimbangi dan didukung upaya nyata masyarakat dalam memutus rantai penyebaran virus tersebut, maka akan sulit membendungnya.

Sementara itu, rencananya asrama haji akan digunakan sebagai tempat karantina orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pemantauan (ODP). Hanya saja terkait asrama haji, dibawah kendali pemerintah kota, karena pihaknya berupaya berbagi peran antara satu dan lainnya.