Pelaku 'bully' penjual jalangkote diharapkan diproses hukum

id Anggota DPR RI Dedi Mulyadi,bully penjual jalangkote,Pelaku 'bully' penjual jalangkote diharapkan diproses hukum,bully penjual gorengan

Pelaku 'bully' penjual jalangkote diharapkan diproses hukum

Dedi Mulyadi saat menelepon Rizal, korban bully. (ANTARA/Istimewa)

Karawang (ANTARA) - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi berharap pelaku "bullying" atau perundungan terhadap Rizal (12), bocah penjual jalangkote (kue pastel) di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang videonya viral diproses secara hukum.

"Saya ini nasibnya sama dengan Rizal. Kalau Rizal menjual jalangkote, tapi saya dulu waktu kecil penjual es mambo keliling. Jadi kejadian yang dialami Rizal sangat menyentuh hati saya," katanya dalam sambungan telepon yang diterima di Karawang, Jawa Barat, Senin.

Baca juga: Dua tersangka kasus 'pembullyan' anak di Kota Malang telah ditetapkan

Ia mengaku sudah menghubungi Rizal secara langsung melalui sambungan telepon. Dedi berbicara dengan Rizal beserta orang tuanya untuk menyampaikan rasa simpatinya.

Dedi tak kuasa menahan tangis saat berbincang dengan Rizal, apalagi setelah disampaikan kalau Rizal sering di-"bully" saat berjualan dengan menggunakan sepeda bututnya. Hal yang mengkhawatirkan, perbuatan "bully" itu direkam dan tersebar di media sosial.

Meski begitu, bocah berbadan subur itu mengaku tetap tegar dan semangat untuk terus berjualan jalangkote.

Baca juga: Dukungan Agnez Mo untuk Melly Goeslaw terkait 'bullying'

"Meski sering di-'bully', Rizal tak pernah mengeluh. Dia tetap tegar membantu ibunya berjualan jalangkote, saya sangat bersimpati," kata Dedi.

Sebagai wujud rasa simpatinya, legislator asal Purwakarta, Jawa Barat, ini memberikan sepeda baru untuk Rizal dan memberikan bantuan modal usaha untuk orang tuanya.

Ia berharap pelaku "bullying' ini dihukum setimpal dengan perbuatannya dan semoga tak terjadi lagi kejadian serupa di tempat lain.

Baca juga: Ferdian Paleka Cs alami perundungan dari para tahanan hingga masuk ke dalam tong sampah

Sementara itu sebelumnya beredar di media sosial video tindakan "bullying" yang dilakukan sejumlah pemuda kepada Rizal.

Dalam video tersebut, tak hanya "bully" berupa ucapan-ucapan, Rizal juga mendapat pukulan dan didorong oleh kelompok pemuda hingga ia jatuh tersungkur ke selokan.

Sekelompok pemuda yang melakukan "bully" terhadap Rizal dalam video itu menggunakan sepeda motor. Mereka secara kompak melakukan "bully" terhadap bocah yang baru berusia 12 tahun itu.

Baca juga: Seorang pengusaha emas hampir bunuh diri usai jadi korban perundungan

Baca juga: Anak Nunung jadi korban perundungan, KPAI prihatin

Baca juga: Fitur baru Instagram untuk lawan perundungan daring

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar