Ini bahayanya jika ikut challenge TikTok siram bayi pakai air

id Tiktok, challenge tiktok, siram bayi pakai air,Ini bahayanya jika ikut challenge TikTok siram bayi pakai air

Ini bahayanya jika ikut challenge TikTok siram bayi pakai air

Ilustrasi "water spill challenge" di TikTok (Tangkapan layar YouTube)

Jakarta (ANTARA) - Belum lama ini melalui aplikasi video TikTok sejumlah orang tua tampak menjahili bayi mereka, dengan menumpahkan air dalam gelas atau botol yang mereka pegang lalu merekam reaksi sang buah hati. Tantangan menyiram air alias water spill challenge itu biasanya diiringi pilihan audio "What you doin’ with that uh uh, UH".

Para bayi yang terlihat ingin minum ini justru kaget mengetahui tingkah sang ibunda. Kebanyakan reaksi yang para bayi tunjukkan kaget dengan beragam ekspresi, mulai dari sekedar melotot, tampak bingung hingga menangis.

Dari sisi kesehatan sebenarnya adakah dampak buruk perlakukan ini untuk anak? Dokter spesialis jantung, Vito Anggarino Damay mengatakan, saat seseorang kaget maka detak jantungnya meningkat.

"Semakin kaget, mendadak tiba tiba atau tidak terduga maka detak jantung akan semakin kencang. Hal tersebut karena respon involunter (tidak sadar) tubuh kita terhadap kejadian mendadak membuat tubuh mengaktifkan respon stres bereaksi fight or flight namanya," ujar dia saat dihubungi ANTARA, Jumat.

Menurut dia, belum ada penelitian yang menunjukkan dampak terburuk kaget pada anak dalam jangka panjang. Namun, dari sisi mekanisme jantung bukan kondisi normal untuk jantung yang dikagetkan, salah satunya seperti yang dilakukan para ibu dengan menumpahkan air ke bayi mereka.

Anak-anak mungkin saja memiliki kelainan jantung bisa berat atau ringan dan orang tua mungkin tidak tahu. Vito menyarankan anak-anak mendapatkan pemeriksaan jantung untuk mendeteksi dini ada tidaknya kelainan jantung.

"Jika memang kelainan pada anak, cepat lelah dibanding usia sebayanya, tampak membiru pada mulut atau ujung jari, atau terlihat berkeringat dingin setelah aktivitas, maka sebaiknya check upjantung dilakukan lebih awal," jelas Vito.

Dia mengatakan, bermain bersama anak bisa berdampak positif salah satunya meningkatkan kelekatan orang tua dan anak. Namun, sebaiknya pilihlah permainan yang aman untuk anak kita.

"Jangan sampai permainan kita memicu hal yang lebih berbahaya seperti gangguan irama jantung, atau kondisi jantung bawaan yang menyebabkan kebiruan pada anak," demikian kata Vito.
 

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar