Pekerja sawit di Kotim ditemukan meninggal di kebun yang kebanjiran

id Pekerja sawit di Kotim ditemukan meninggal di kebun yang kebanjiran, Kotim, Sampit, Antang kalang, banjir

Pekerja sawit di Kotim ditemukan meninggal di kebun yang kebanjiran

Petugas mengevakuasi jenazah Darmin yang ditemukan di areal kebun yang dilanda banjir, Selasa (15/9/2020). ANTARA/HO-Polres Kotim

Sampit (ANTARA) - Seorang pekerja kelapa sawit di Desa Tumbang Sepayang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, bernama Darmin (49) ditemukan meninggal dunia di kebun yang sedang kebanjiran.

"Peristiwa itu memang benar terjadi. Kejadiannya kemarin (Selasa) sore," kata Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kapolsek Antang Kalang Ipda Rino Heriyanto dihubungi dari Sampit, Rabu.

Peristiwa itu terjadi Selasa (15/9) sekitar pukul 17.00 WIB di salah satu areal perusahaan perkebunan kelapa sawit. Saat itu sebagian areal perkebunan tersebut dilanda banjir.

Awalnya sekitar pukul 10.00 WIB korban bersama rekannya ditugaskan untuk melangsir buah kelapa sawit di kebun yang terendam banjir untuk dipindah ke lokasi yang tidak terendam banjir.

Saat istirahat makan siang, mandor kebun tidak melihat keberadaan korban. Dia kemudian mencari ke lokasi awal korban mulai bekerja memindah buah kelapa sawit, namun korban tidak berada di tempat tersebut.

Mandor kebun kemudian melaporkan hal itu kepada petugas keamanan dan manajer kebun setempat. Mereka kemudian bersama-sama mencari keberadaan korban.

Setelah dicari di sekitar lokasi, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Jenazahnya ditemukan mengambang di sebuah parit yang tergenang banjir.

Baca juga: DPRD Kotim optimalkan waktu bahas RAPBD Perubahan 2020

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Antang Kalang. Jenazah korban dievakuasi dan kemudian divisum untuk kepentingan penyelidikan.

Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui kronologis kejadian. Polisi belum menyimpulkan penyebab kematian pekerja kelahiran Wonosobo Provinsi Jawa Tengah tersebut.

Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan korban. Mereka tidak menyangka korban akan pergi selamanya dengan cara menyedihkan tersebut.

"Peristiwa itu masih kami dalami dengan meminta keterangan sejumlah saksi. Saat ini sebagian kawasan di Kecamatan Antang Kalang memang sedang dilanda banjir," demikian Rino.

Baca juga: Progres pembenahan Pantai Ujung Pandaran jadi sorotan legislator

Baca juga: Inspeksi mendadak, Kapolres Kotim ingatkan kafe pelanggar protokol kesehatan


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar