Jadikan pertanian idola kaum muda milenial, kata Danrem Kalteng

id Komandan Korem 102 Panju Panjung, Danrem Kalimantan Tengah, Brigjen TNI Yudianto Putrajaya, Kalimantan Tengah, Kalteng, Danrem Kalteng, Korem Kalteng

Jadikan pertanian idola kaum muda milenial, kata Danrem Kalteng

Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Yudianto Putrajaya (tiga dari kanan) saat mengunjungi kawasan food estate di Desa Baguntan Raya, Kecamatan Dadahup Kapuas, Rabu (24/11/2021). ANTARA/HO-Korem 102 Panju Panjung

Palangka Raya (ANTARA) - Komandan Korem (Danrem) 102/Panju Panjung Provinsi Kalimantan Tengah Brigjen TNI Yudianto Putrajaya menyebut, perlu ada upaya serius mendorong generasi muda mau bekerja ke sektor pertanian, karena saat ini tenaga kerja pertanian didominasi oleh orang-orang usia lanjut.

"Regenerasi petani menjadi salah satu faktor kunci untuk kemajuan dan modernisasi pertanian," kata Putrajaya di Palangka Raya, Rabu.

Jenderal bintang satu itu menyebutkan kondisi ini perlu menjadi perhatian, di mana sektor pertanian didominasi oleh SDM yang berpendidikan rendah dengan usia yang sudah lanjut, sehingga ke depan kita perlu mencari cara bagaimana generasi muda bisa masuk ke sektor pertanian.

Sektor pertanian selama ini memang identik dengan kaum tua saja. Padahal di luar negeri, justru anak-anak milenial yang berperan membuat sektor pertanian maju dengan berbagai teknologinya.

Melansir penelitian dari LIPI tahun 2019, menurunnya minat generasi muda terhadap profesi petani karena generasi muda melihat ada citra negatif tentang pertanian. Profesi petani dipandang tidak menguntungkan. Di sisi lain, pemuda desa saat ini juga lebih tertarik mencari pekerjaan di kota dan tidak kembali lagi ke desa.

Menurut Putrajaya, kurangnya minat generasi muda menjadi petani disebabkan beberapa hal, di antaranya karena penghasilan petani dinilai tak cukup besar untuk memenuhi kesejahteraan keluarga, pekerjaan dilakukan di alam terbuka di bawah terik sinar matahari dan lahan pertanian yang digarap tergolong pekerjaan yang dapat membuat pakaian dan tubuh petani menjadi kotor.

Berdasarkan hal-hal tersebut, perlu terobosan baru berupa inovasi disruptif atau disruptive innovation yakni inovasi yang bisa menggantikan pasar yang lama dengan ide bisnis segar serta dapat menyesuaikan kebutuhan konsumen.

"Dibutuhkan perubahan mindset dari petani subsistem menjadi berorientasi bisnis. Tidak lagi menjadi obyek subsidi, dan secara kelembagaan berstandar korporasi," terangnya.

Baca juga: Kunjungi pelaku UMKM, Danrem yakin perekonomian rakyat semakin optimal

Putrajaya menjelaskan kaum milenial perlu didorong untuk memiliki pola pikir atau mindset mandiri menjadi pengusaha pertanian atau agropreneur. Dengan demikian, generasi milenial bisa melakukan penggarapan lahan, proses produksi, dan agrobisnis dengan memanfaatkan teknologi serta selalu kreatif berinovasi.

Putrajaya berkeyakinan bahwa masa depan pertanian di Indonesia adalah pemanfaatan teknologi yang bisa menunjang produktivitas pertanian. Artinya mesti ada perubahan mindset bahwa pertanian bukan hanya untuk kaum tua saja

"Kaum muda di kalangan milenial perlu didorong untuk menjadi petani. Sebab jadi petani saat ini adalah termasuk gaul dan perlu melek teknologi," demikian Putrajaya.

Baca juga: Danrem 102/Pjg perintahkan anggotanya bantu korban banjir

Baca juga: Danrem 102 Pjg ajak masyarakat Kalteng sukeskan program Food Estate

Pewarta :
Uploader : Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2021