Frekuensi penerbangan di Kalteng alami kenaikan 48,24 persen

id Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro, BPS Kalteng, BPS Kalimantan Tengah, Kalteng, Kalimantan Tengah, penerbangan di Kalimantan Tengah

Frekuensi penerbangan di Kalteng alami kenaikan 48,24 persen

Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro (kanan) saat memaparkan perkembangan penerbangan dari dan ke provinsi setempat selama Oktober 2021 di Palangka Raya, Rabu (1/12/2021). ANTARA/HO-BPS Kalteng

Palangka Raya (ANTARA) - Badan Pusat Statistik mencatat frekuensi penerbangan dari dan ke Provinsi Kalimantan Tengah selama Oktober 2021 mencapai 842 kali, naik 247 kali atau 48,24 persen dibandingkan September 2021 yang berkisar 568 kali.

Kenaikan frekuensi penerbangan selama Oktober 2021 di provinsi ini sejalan dengan jumlah penumpang dan volume arus barang, kata Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro di Palangka Raya, kemarin.

"Jumlah penumpang selama Oktober 2021 naik 56,81 persen, sedangkan volume arus barang naik 36,84 persen," beber dia.

Adapun rincian kenaikan jumlah penumpang itu, berasal dari yang datang 54,89 persen dan berangkat 58,88 persen. Dan, untuk volume arus barang rinciannya yakni bongkar 33,67 persen dan muat 45,58 persen.

Eko mengatakan, jumlah penumpang angkutan udara selama Oktober 2021 di Kalteng mencapai 57.162 orang, naik sebesar 56,81 persen dibanding bulan sebelumnya yang sebanyak 36.454 orang. 

Baca juga: IHK Kalteng selama November 2021 terjadi inflasi 0,28 persen

Kenaikan jumlah penumpang terjadi di tiga bandara utama, yaitu H Asan Kabupaten Kotawaringin Timur sebesar 138,16 persen atau dari 2.023 orang menjadi 4.818 orang, Bandara Iskandar, Kabupaten Kotawaringin Barat 68,48 persen dari 7.402 orang menjadi 12.471 orang.

"Penumpang tertinggi yang alami kenaikan berada Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya sebesar 48,75 persen atau dari 26.531 orang menjadi 39.465 orang," ucapnya.

Dia membenarkan konsentrasi penumpang maskapai penerbangan di provinsi ini masih tetap didominasi oleh Bandara Tjilik Riwut  yang mencapai 69,04 persen, diikuti Bandara Iskandar 21,82 persen, dan Bandara H Asan 8,43 persen. 

"Volume arus barang yang mencapai 1.107 ton pun, distribusi terbesarnya juga melalui Bandara Tjilik Riwut 78,77 persen, Bandara Iskandar 13,55 persen, serta Bandara H Asan 7,41 persen," demikian Eko.

Baca juga: BPS akan lakukan survei biaya hidup pada 2022

Pewarta :
Uploader : Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2021