Memenuhi syarat, ratusan siswa SMKN-1 Buntok ikuti USBK

id ratusan siswa SMKN-1 Buntok ikuti USBK, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Barito Selatan, Kalteng, SMKN-1 Buntok, USBK

Memenuhi syarat, ratusan siswa SMKN-1 Buntok ikuti USBK

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN-1) Buntok Joko Lelono saat diwawancarai di Buntok, Senin (9/5). ANTARA/Bayu Ilmiawan.

Buntok, Kalteng (ANTARA) - Sebanyak 318 siswa-siswi SMKN-1 Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK).

"USBK ini dilaksanakan dari 9 sampai 18 Mei 2022 mendatang," kata Kepala SMKN-1 Buntok, Joko Lelono, di Buntok, Senin.

Ia menerangkan, dalam pelaksanaan USBK ini dibagi menjadi dua shift yakni pada pagi serta siang hari dan sebanyak 318 siswa yang mengikuti USBK ini berasal dari tujuh jurusan atau prodi. Tujuh jurusan tersebut yakni jurusan otomotif, TPSN, TKRU,  TKJ, Rekayasa Perangkat Lunak atau RPL, akuntansi lembaga keuangan, OTKP atau perkantoran dan Bisnis daring atau pemasaran.

Sedangkan untuk perangkat dalam mengikuti ujian ini, pihaknya telah menyiapkan semua dan sudah memenuhi, baik komputer, laptop dan tab.

"Berdasarkan pantauan absensi, Alhamdulillah semua siswa yang mengikuti USBK ini hadir semua," ucap Joko.

Menurut dia, kalau ada siswa yang tidak hadir dalam USBK ini, maka pihaknya melalui guru akan langsung mendatangi rumah siswa untuk mengetahui penyebabnya.

"Kita berharap kelulusan mereka nanti sesuai standar atau target. Kita berharap lulusan SMKN-1 Buntok ini nantinya dapat diserap dunia usaha dan industri yang ada di Barsel maupun Kalteng bahkan Indonesia," ucapnya.

Dirinya menambahkan, usai mengikuti USBK, siswa SMKN-1 Buntok akan mengikuti uji kompetensi keterampilan. Di mana uji kompetensi keterampilan ini dari Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P1) di bawah naungan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Jakarta.

Baca juga: DPRD Barsel apresiasi lomba bagarakan sahur

Hal ini dilakukan agar nantinya para siswa-siswi mendapatkan Sertifikat Kompetensi yang bisa diakui dunia usaha dan dunia industri dalam proses rekrutmen tenaga kerja terampil. Sebab, apabila lulusan yang memiliki sertifikat kompetensi dari LSP P1 atau BNSP ini gajinya beda dengan yang tidak memiliki sertifikat tersebut.

"Apabila mendapatkan sertifikat uji kompetensi tersebut mendapatkan gajinya standar nasional. Oleh sebab itu mereka ini nanti selesai USBK mengikuti uji kompetensi keterampilan," kata dia.

Pihaknya juga pada 17-22 Mei 2022 nanti akan melaksanakan diklat bagi guru terkait dengan uji kompetensi itu, dan untuk narasumber dari Jakarta.

Baca juga: Bupati Barsel serahkan SK Pengangkatan ke 301 lulus seleksi CPNS

Baca juga: Pansus LKPJ DPRD Barsel soroti 10 proyek dihentikan

Pewarta :
Uploader : Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2022