DKPP: Ketersediaan hewan kurban di Palangka Raya berkurang akibat PMK

id sapi kurban,palangka raya,sumardi,dkpp palangka raya

DKPP: Ketersediaan hewan kurban di Palangka Raya berkurang akibat PMK

Dokumentasi. Sapi kurban di Kota Palangka Raya. (ANTARA/Rendhik Andika)

Palangka Raya (ANTARA) -
Ketersediaan hewan kurban pada Idul Adha 1443 Hijriah di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah diperkirakan berkurang akibat merebaknya Penyakit Mata dan Kuku (PMK) di daerah asal hewan kurban.

"Penurunan ketersediaan hewan kurban dan gangguan rantai pasokan ada. Penurunannya sekitar 20 sampai 30 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya Sumardi, Selasa.

Dia menerangkan, jika di tahun sebelumnya, pasokan hewan kurban ke "Kota Cantik" mencapai 1.000 ekor lebih, tahun ini pasokan diperkirakan hanya akan ada sekitar 600 ekor sapi dan 150 ekor kambing.

"Jumlah itu yang sampai saat ini tercatat dan terkonfirmasi siap dan aman untuk didistribusikan menjelang Idul Adha, 9 Juli mendatang," katanya.

Sumardi menerangkan, pasokan sapi di Kota Palangka Raya mayoritas didatangkan dari wilayah lain dengan persentase sebanyak 85 sampai 90 persen dari total kebutuhan masyarakat.

"Sementara kemampuan peternak kita dalam memenuhi sapi dan kambing hanya mencapai 10-15 persen dari total kebutuhan masyarakat," katanya.

Dia menjelaskan, penurunan pasokan sapi dan kambing ke Kota Palangka Raya itu karena daerah penyedia hewan tersebut tengah melakukan karantina seiring merebaknya penyakit mata dan kuku. Daerah tersebut salah satunya dari Jawa Timur.

Baca juga: Antisipasi PMK, pemkot tingkatkan pemeriksaan hewan kurban

"Untuk menyiasati kebutuhan sapi ini, khususnya menjelang Idul Adha, maka kami mengambil pasokan dari wilayah lain yang masuk zona hijau sebaran PMK. Diantaranya seperti dari dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, Bali dan Sulawesi Selatan," katanya.
 
Meski demikian, sampai saat ini di Kota Palangka Raya masih tidak ditemukan adanya penyakit mata dan kuku pada sapi.

Ia mengemukakan bahwa pihaknya pun terus berupaya melakukan antisipasi, seperti dengan memeriksa dan menyemprotkan cairan desinfektan pada hewan ternak dan kandang.