Ini aplikasi pengaduan jamaah haji bila terjadi masalah di Madinah maupun Mekkah

id aplikasi jemaah lapor gusmen ,Madinah,Mekkah,Kalteng,Menag,Yaqut Cholil Qoumas

Ini aplikasi pengaduan jamaah haji bila terjadi masalah di Madinah maupun Mekkah

Seorang peserta ibadah haji menutup kepala dengan kain ihram usai melakukan umrah di Terminal Syieb Amir, Mekah. Arab Saudi, Selasa (6/6/2023). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww. (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

Madinah (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan aplikasi pengaduan jamaah haji untuk memudahkan dalam melaporkan permasalahan yang dialami atau ditemukan selama menjalani prosesi ibadah haji, baik selama di Madinah maupun Mekkah.

Aplikasi bernama http://bit.ly/jemaah-lapor-gusmen ini akan dimonitor langsung oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.

"Jamaah bisa lapor kalau ada masalah, bentuknya online. Nanti laporan itu bisa dibaca langsung di dashboard. Jadi ketahuan titik masalahnya di mana untuk selanjutnya dicarikan solusinya," kata Tenaga Ahli Menteri Agama Mahmud Syaltout, di Daerah Kerja (Daker) Madinah, Sabtu (10/6).

Tim monitoring dan evaluasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi ini menjelaskan adanya pelaporan via aplikasi tersebut, kata Syaltout, diharapkan memudahkan jamaah karena online dan mengisi sejumlah pertanyaan serta mengisi biodata pelapor.

Syaltout mengatakan Gus Men, panggilan akrab Yaqut Cholil Qoumas telah menegaskan kepada jamaah haji agar tidak sungkan melapor ke petugas haji jika menemukan masalah.

"Jadi jamaah tidak perlu khawatir laporannya tidak direspons. Nanti kalau sudah tertangani, kami WhatsApp karena di kanal pengaduan itu tercantum nomor telepon pelapor," katanya.

Apabila laporan tidak tertangani, kata Mahmud Syaltout, pihaknya akan memanggil pihak-pihak terkait dengan masalah tersebut.

"Kalau belum tertangani, kami panggil seperti tahun lalu. Awalnya jamaah yang melaporkan ketakutan tapi akhirnya bisa diselesaikan," katanya.

Bahkan, pada pihaknya memberikan reward atau penghargaan sebesar 100 riyal kepada calon haji tersebut.

"Kalau jamaah yang melaporkan masalah ternyata tidak ada dalam laporan sektor berarti kan genuine. Kami berikan penghargaan," katanya.

Mahmud Syaltout menambahkan seluruh laporan yang masuk ke kanal pengaduan nantinya akan dipilah terlebih dahulu.

"Kami lihat mana yang menjadi prioritas untuk segera ditangani," katanya.