DPMD Kotawaringin Barat sediakan Poli Konsultasi bantu BUMDes berkembang

id Pemkab kobar, poli konsultasi bumdes, badan usaha milik desa, pangkalan bun, kobar, Kotawaringin Barat, DPMD kobar, Yudhi hudaya

DPMD Kotawaringin Barat sediakan Poli Konsultasi bantu BUMDes berkembang

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kotawaringin Barat, Yudhi Hudaya. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Pangkalan Bun (ANTARA) -
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah mengembangkan inovasi Poli Konsultasi untuk mendorong penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
 
"Melalui inovasi ini, kita ingin memberikan solusi, bagaimana cara memperkuat dan mengembangkan unit-unit usaha BUMDes," kata Kepala DPMD Kotawaringin Barat, Yudhi Hudaya di Pangkalan Bun, Selasa.
 
Yudhi berharap melalui inovasi tersebut, BUMDes di Kotawaringin Barat dapat berkembang dengan baik dan menjadi garda terdepan untuk memajukan serta memandirikan desa.

Baca juga: Pj Bupati Kobar serahkan penganugerahan SAKIP Award 2023
 
Menurutnya, BUMDes sangat berpotensi untuk memajukan dan meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat desa.
 
"Namun, BUMDes berpredikat maju masih terbilang nihil, maka melalui hal ini kita melakukan terobosan untuk membuka Poli Konsultasi BUMDes," terangnya.
 
Yudhi menyebut dari 76 Badan Usaha Milik Desa di kabupaten setempat, baru ada tujuh BUMDes yang masuk kategori berkembang, 39 masih berstatus pemula dan 30 di antaranya masih perintis.
 
Dia menambahkan, dirinya berharap mayoritas BUMDes di Kotawaringin Barat dapat berkembang, terlebih lagi bisa masuk kategori maju.
 
"Lewat Poli Konsultasi BUMDes tersebut kita akan lakukan pendamping satu per satu, dan BUMDes harus berpikir seperti perusahaan, namun dalam pengelolaannya dan keanggotaannya menirukan koperasi," demikian Yudhi Hudaya.

Baca juga: Kirab warnai pelantikan 81 kepala desa di Kotim, simbol Habaring Hurung

Baca juga: Pj Bupati: Berikan rasa aman bagi masyarakat Kobar

Baca juga: KPU Kobar minta masyarakat jangan golput