Penumpang Bus Muara Teweh Mulai Padat

id Penumpang Bus Muara Teweh Mulai Padat, terminal bus

Penumpang Bus Muara Teweh Mulai Padat

Ilustrasi (Istimewa)

Muara Teweh (Antara Kalteng) - Jumlah penumpang bus di Terminal Pasar Bebas Banjir (PBB) Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mulai padat pada empat hari menjelang Lebaran 2015.

"Arus penumpang yang berangkat di terminal PBB mulai meningkat dibanding hari biasa," kata seorang petugas UPTD terimal PBB Muara Teweh, Baway Hidayat, Senin malam.

Baway menyebutkan, penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) pada Senin pagi jumlahnya 16 orang, meningkat dibanding hari biasa yang rata-rata sepuluh orang, sedangkan pada Senin malam ada enam bus berkapasitas 25 orang sarat penumpang.

Meski arus mudik mulai padat, kata dia, jumlah penumpang yang akan berlebaran di masing-masing kampung halaman melalui terminal ini belum seramai tahun lalu.

"Berkurangnya penumpang menggunakan jasa bus ini karena banyaknya angkutan laternatif di antaranya mobil `travel`," katanya.

Puncak mudik penumpang angkutan bus ini diperkirakan pada H-3 dan H-2 untuk jurusan Muara Teweh-Banjarmasin dan Muara Teweh-Palangka Raya.

Penumpang bus di Terminal Muara Teweh umumnya diangkut pada malam hari, sedangkan pada pagi hanya satu bus yang diberangkatkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalulintas Angkutan Jalan pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatikan Barito Utara Bikan memprakirakan angkutan Lebaran melalui terminal PBB Muara Teweh berkurang.

Dengan banyaknya armada travel mobil pelat kuning dan pelat hitam itu menjadi alternatif masyarakat untuk mudik dalam lima tahun terakhir ini.

"Memang jumlah penumpang Lebaran tahun lalu hampir mencapai ribuan orang. Namun, angka ini kemungkinan berkurang karena terbagi dengan angkutan jasa operator `travel`," katanya.

Puncak mudik penumpang di terminal bus di kabupaten pedalaman Sungai Barito ini biasanya terjadi hingga H-3 dengan sarana armada yang tersedia sebanyak 12 bus dan travel puluhan unit.

Bus itu dengan tujuan Muara Teweh-Palangka Raya dengan tiket Rp141 ribu per orang, Muara Teweh-Banjarmasin, Kalimantan Selatan Rp130 ribu/penumpang, sedangkan travel jurusan Muara Teweh-Banjarmasin Rp180 ribu/orang dan Muara Teweh-Palangka Raya Rp200 ribu/orang.

Sebelumnya, angkutan bus di Muara Teweh mencapai sepuluhan perusahaan. Namun, sekarang hanya tiga perusahan, yaitu Maju Bersama, YL, dan Nurika, setiap harinya hanya bisa memberangkat 1-2 bus.

Syarbani, calon pemudik, mengatakan bahwa dirinya akan pulang ke Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, dengan menggunakan jasa travel.

"Meski tiketnya lebih mahal daripada tiket bus, dengan travel, kita bisa dijemput maupun diantar sampai rumah," katanya.


Pewarta :
Editor : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.