Percepat Sertifikasi, GAPKI Gelar Sosialisasi ISPO

id GAPKI Kalteng,Kelapa Sawit,Kalimantan Tengah,Sertifikat ISPO

Serius, para peserta dari anggota GAPKI Kalteng berdiskusi membahas tentang kewajiban perusahaan dalam menjalankan ISPO (Istimewa)

Saya rasa penting sekali sosialisasi dan klinik ISPO bagi anggota GAPKI
Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit terus mendorong penerapan bisnis yang sesuai dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Komitmen itu terus ditunjukkan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), salah satunya dengan mendorong percepatan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

"Saya rasa penting sekali sosialisasi dan klinik ISPO bagi anggota GAPKI. Biar pengusaha itu tahu bagaimana menjalankan bisnis dengan baik dan benar, khususnya dalam industri kelapa sawit," kata Ketua GAPKI Kalimantan Tengah Dwi Dharmawan, dalam sambutan yang dibacakan Ketua Bidang Lingkungan dan Masyarakat GAPKI Kalteng Suto Suwahyo, saat membuka kegiatan sosialisasi dan klinik ISPO bagi anggota GAPKI, di Palangka Raya, beberapa waktu lalu.

ISPO adalah suatu kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pertanian dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar dunia dan ikut berpartisipasi dalam rangka memenuhi komitmen Presiden Republik Indonesia untuk mengurangi gas rumah kaca serta memberi perhatian terhadap masalah lingkungan.

Sebagai perusahaan yang memegang teguh prinsip keberlanjutan, menurutnya, kebun sawit harus dibina seoptimal mungkin untuk menghasilkan minyak kelapa sawit, baik itu dari produk crude palm oil (CPO) atau palm kernel oil (PKO), serta harus dijaga keberlanjutannya agar lestari.

"ISPO merupakan salah satu hal yang harus kita penuhi untuk menjaga keberlanjutan usaha maupun pembangunan, khususnya pembangunan wilayah Kalimantan Tengah," lanjutnya.  

Baca juga: Legislator: Perusahaan Sawit Wajib Laksanakan ISPO

Acara itu merupakan kerja sama GAPKI dan Komisi ISPO yang berada di bawah Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Pada kegiatan di Provinsi Kalteng sedikitnya ada 50 peserta yang mengikuti acara tersebut dan merupakan perwakilan dari 48 perusahaan anggota GAPKI Kalteng.

Acara yang berlangsung selama dua hari itu, peserta dipaparkan secara detil seluruh ketentuan yang diatur dalam ISPO dan prosedur serta langkah-langkah legal yang dapat dilakukan untuk memperoleh sertifikat ISPO.

Komisi ISPO berharap komitmen perusahaan kelapa sawit memperoleh sertifikat ISPO memberi prospek bagus bagi komoditas strategis ini.

"ISPO menjadi senjata ampuh untuk menangkal tuduhan-tuduhan negatif tentang kelapa sawit," kata Ketua Sekretariat ISPO, R. Azis Hidayat yang hadir sebagai pemateri.

Apalagi, menurutnya, sertifikasi ISPO yang mengandung tujuh prinsip memiliki empat tujuan utama, yaitu mendorong usaha perkebunan untuk mentaati peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah, meningkatkan kesadaran pengusaha kelapa sawit untuk memperbaiki lingkungan, melaksanakan pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, dan meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar internasional.

Kepala Dinas Perkebunan Kalteng, Ir. Rawin Rambang melalui sambutan yang dibacakan perwakilannya berharap sosialisasi dan klinik ISPO ini pada akhirnya membuat usaha di bidang  komoditas sawit ini dapat meningkatkan kesejahteraan bersama.

Baca juga: GAPKI Cabang Kalteng gelar FGD bahas masalah pertanahan

Pewarta :
Editor : Rachmat Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar