Truk pengangkut sampah di Palangka Raya perlu ditambah

id kota palangka raya,palangka raya,dprd kota palangka raya,pengangkut sampah palangka raya,Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya,At Prayer

Ilustrasi - Truk sampah. (FOTO ANTARA/Jafkhairi)

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya At Prayer menilai, truk pengangkut sampah di wilayah ini perlu ada penambahan sebagai upaya mengatasi permasalahan sampah yang selama belum teratasi dengan baik.

"Kami mengharapkan memang pemkot perlu penambahan armada truk sampah untuk mengatasi permasalahan tersebut, seiring dengan berkembang pesatnya jumlah penduduk dan pembangunan di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah dalam beberapa tahun ini," kata At Prayer di Palangka Raya, Jumat.

Menurut At Prayer tidak ada salahnya, pemkot melalui instansi terkait yang membidangi permasalahan sampah, untuk tahun 2019 bisa mengusulkan anggaran pengadaan terkait penambahan armada pengangkutannya.

Dia mengatakan penambahan itu agar ketika produksi sampah di 'Kota Cantik' julukan Kota Palangka Raya yang terus mengalami bertambah, maka pelan-pelan instansi terkait akan melakukan penambahan sesuai dengan guna mencapai idelnya guna mengatasi permasalahan tersebut.

"Ya tidak ada salahnya kalau armada truk sampah yang ada belum maksimal, setiap tahunnya dilakukan penambahan armada lama-lama jumlah ideal armada tersebut akan terpenuhi. Makanya lebih baik di cicil membelinya, kalau sekaligus tentunya angarannya juga terpakai untuk bidang lain," bebernya.

Sementara itu beberapa waktu lalu, Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Palangka Raya Imbang Triatmadji menegaskan, produksi sampah setiap harinya di daerah itu menghasilkan sebanyak 600 meter kubik.

Produksi sampah yang selama diangkutnya melalui puluhan tempat pembuangan sampah (TPS) tersebut didominasi sampah yang bersumber dari rumah tangga. Pengangkutan volume sampah sebanyak itu hanya diangkut menggunakan 21 armada truk sampah.

"Padahal kalau idealnya untuk mengakomodir semua volume sampah-sampah tersebut, kami memerlukan sebanyak 38 armada," katanya.

Imbang menambahkan, meski hanya memiliki 21 armada truk sampah pelayanan mengenai hal tersebut tetap maksimal sesuai dengan apa yang sudah mereka berikan kepada masyarakat.

"Memang Tahun ini rencananya akan ada pengadaan satu unit armada truk sampah, karena yang ada itu belum ideal, dibanding volume sampah yang dihasilkan. Kemudian untuk anggota pasukan kuning sementara ini cukup saja," demikian Imbang.

Pewarta :
Editor: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar