Polisi masih selidiki dugaan penimbunan elpiji 3 kg subsidi di Palangka Raya

id Polres Palangka Raya,penimbunan elpiji 3 kg subsidi di Palangka Raya, Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar

Polisi masih selidiki dugaan penimbunan elpiji 3 kg subsidi di Palangka Raya

Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar. (FOTO ANTARA/Adi Wibowo)

Palangka Raya (ANTARA) - Kepolisian Resor Palangka Raya Proivinsi Kalimantan Tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan penimbunan elpiji 3 kg bersubsidi yang dilakukan oknum pangkalan dan pengecer.

"Mengetahui kejadian itu kami langsung turunkan tim untuk melakukan investigasi. Kita lihat dalam beberapa hari nanti bagaimana hasilnya," kata Kapolres Palangka Raya, AKBP Timbul RK Siregar, Kamis.

Dia pun berkomitmen menindak tegas oknum yang bersangkutan. Jika terbukti melakukan penimbunan gas yang menjadi salah satu penyebab kelangkaan dan tingginya elpiji 3 kg di Kota Palangka Raya, pihaknya tidak segan menindak tegas oknum tersebut.

Selain itu, pihaknya juga terus menjalin koordinasi dengan Disperindag Kota Palangka Raya dan Pertamina Kalimantan Tengah untuk mengetahui kelengkapan administrasi pangkalan dan jumlah kuota gas bersubsidi yang didistribusikan Pertamina.

"Terkait temuan yang sekarang, kita akan berkoordinasi dengan Disperindag dan Pertamina. Jika nantinya dinyatakan melanggar administrasi mereka yang akan menindak oknum pangkalan dan pengecer itu. Jika masuk ranah pidana kami yang turun," katanya.

Tindakan tegas tersebut menurut Timbul sebagai upaya memberikan kepastian penegakan hukum serta agar menjadi perhatian bagi agen, pangkalan hingga pengecer untuk tidak melakukan pelanggaran hukum.

"Selain itu juga sebagai upaya memastikan stok dan pasokan bahan pangan selama Ramadhan dan Idul Fitri 1440 Hijriah aman. Selain itu juga untuk meminimalkan potensi kenaikan harga diluar kewajaran," kata Timbul.

Baca juga: Wali Kota Palangka Raya temukan pangkalan diduga timbun gas bersubsidi

Kasus terkuaknya dugaan penimbunan gas elpiji 3 kg bersubsidi itu bermula pada Rabu (29/5) Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama sejumlah pejabatnya serta sejumlah pihak terkait melakukan pemantauan harga bahan pangan di Pasar Kahayan.

Usai menindak lanjuti keluhan seorang warga di pasar tersebut, wali kota bersama rombongan menyisir sejumlah pengecer dan pangkalan gas hingga. Akhirnya ditemukan dugaan penimbunan dengan modus melepas segel tabung sehigga sekilas gas terlihat sudah kosong.

"Kami mengingatkan agar seluruh masyarakat bersama-sama turut menjaga kestabilan stok dan harga bahan pangan dan gas. Para pengusaha juga agar tidak melakukan tindakan melanggar hukum karena merugikan masyarakat. Yang terbukti melanggar akan berhadapan dengan hukum," katanya.

"Ketelitian dan kewaspadaan dalam berbelanja parsel harus ditingkatkan bagi masyarakat yang ingin membeli bingkisan buat perayaan Lebaran. Jangan sampai tertipu dengan penampilan parsel namun di dalamnya banyak produk yang kedaluwarsa," katanya.

Agar peredaran produk-produk makanan yang sudah kadaluwarsa tidak dibeli oleh masyarakat, instansi terkait sebelum perayaan Idul Fitri wajib melakukan razia atau pengawasan ke setiap swalayan dan mini market yang berada di daerah setempat.

"Apabila menemukan makanan banyak kedaluwarsa yang dijual oleh swalayan ataupun mini market di tempat kita, maka segera laporkan hal tersebut ke Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palangka Raya, untuk ditindak lanjuti mengenai temuan tersebut oleh instansi terkait," katanya.

Baca juga: Terkesan dibiarkan, harga gas elpiji subsidi di Palangka Raya masih tinggi

Saat ini para pedagang yang ada di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah mulai marak menjajakan parsel Lebaran 2019 dengan berbagai varian isi dan ukuran.

"Saat ini kami mulai menjual parsel. Meski belum terlalu banyak pembeli, beberapa orang sudah ada yang memesan secara khusus," kata Nurainiah, penjaga toko modern di Palangka Raya.

Parsel yang dijual di toko di Tjilik Riwut itu seperti terdiri dari beberapa varian isi, yang umumnya berupa bahan pangan untuk kebutuhan Lebaran seperti sirup, kue kering dan aneka makanan ringan, serta diselingi peralatan makan.

Dia menambahkan, secara khusus kita juga menyediakan paket parsel berupa peralatan saji seperti gelas, cangkir, teko toples. Selain itu pihaknya juga menyediakan paket campuran yang berupa aneka makanan ringan dan alat sajinya.

Berdasarkan pantauan, harga yang ditawarkan setiap paket parsel di masing-masing toko memiliki harga bervariasi mulai dari harga terendah Rp150 ribu hingga harga Rp2 juta lebih.

Harga parcel tersebut bervariasi, tergantung dari banyaknya isi paket dan produk yang dikemas. Jika hanya makanan ringan pasti harganya lebih murah, namun jika isinya peralatan saji akan lebih mahal.
 

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar