Suami istri dirawat di RSUD Muara Teweh karena reaktif

id suami istri di barut reaktif,dirawat di rsud muara teweh,gugus tugas barut

Suami istri dirawat  di  RSUD Muara Teweh karena  reaktif

Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Barito Utara Siswandoyo (kedua kiri) didampingi Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian M Iman Topik (kiri) dan Direktur RSUD Muara Teweh drg Dwi Agus Setijowati memberikan keterangan pers di Muara Teweh, Kamis (14/5/2020).ANTARA/HO-Dinas Kominfosandi Barut

Muara Teweh (ANTARA) - Pasangan suami istri warga Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah kini berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) karena hasil tes cepat atau rapid test menunjukan reaktif terkait COVID-19.

"Kedua suami istri itu kini menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah Muara Teweh,"  kata Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Barito Utara Siswandoyo pada jumpa pers di Muara Teweh, Kamis.

Menurut dia, dua pasien yang reaktif ini berawal dari suaminya yang menjalani rapid test  yang reaktif,sebelumnya pasien berinisial MA ini menjalani perawatan pada Minggu (10/5) di ruangan umum atau ruang Tulip lantai 4 RSUD Muara Teweh dalam tiga hari terakhir.

Pasien tersebut, kata dia, sebelumnya dengan keluhan diare mengarah ke demam berdarah, namun setelah tidak ada menunjukan perubahan, sehingga dilakukan  rapid test ternyata reaktif. 

"Setelah pasien ini diketahui reaktif sehingga pihaknya melakukan tes cepat kepada istrinya dan ternyata hasilnya juga reaktif," katanya didampingi Direktur RSUD Muara Teweh drg Dwi Agus Setidjowati dan Kepala Dinas Komunkasi, Informatika dan Persandian Barito Utara M Iman Topik.

Baca juga: Puluhan tenaga medis RSUD Muara Teweh diisolasi karena pasien reaktif

Dia  menjelaskan bahwa MA merupakan pedagang pasar keliling  sejumlah pasar mingguan di Barito Utara bahkan dia juga membawa dagangannya keliling  sampai desa di wilayah Kabupaten Murung Raya.

Untuk mengetahui sejauhmana penularan COVID-19 tersebut, dilakukan pelacakan oleh tim Gugus Tugas Dinas Kesehatan bekerja sama tim gugus tugas Kecamatan dan Kelurahan serta Puskesmas Muara Teweh.

"Diketahui ada 11 orang yang kontak dengan pasien terdiri dari delapan orang keluarga terduga dan tiga orang petugas pemandian jenazah salah satu kerabatnya meninggal beberapa hari lalu yang kontak erat sehingga dijemput untuk dilakukan pemeriksaan,” ucapnya.

Dari hasil pelacakan sementara dua orang pasien yang satu ruangan dengan pasien PDP sudah diisolasi di test rapid dan dinyatakan non reaktif dengan status ODP. Keluarga ODP sebanyak delapan orang sudah dilakukan rapid test, dan hasilnya tujuh orang dinyatakan non reaktif.

"Untuk tiga orang petugas pemandi jenazah sudah dilakukan rapid test dan hasilnya dinyatakan non reaktif. Rapid akan di ulang pada hari kesepuluh bagi orang dengan hasil test non reaktif,”  jelas dia.

Siswandoyo menambahkan hari ini akan dilakukan pengambilan sampel swab untuk pasien PDP pada hari pertama dan kedua. 

"Bila hasil swab positif, maka tenaga kesehatan di ruang Tulip RSUD Muara Teweh semua akan di swab, dua pasien yang satu ruangan akan di swab juga dan tidak perlu menunggu rapid kedua,” ujarnya.

Akibat baru diketahui pasien pria MA ini reaktif sehingga 31 tenaga medis RSUD Muara Teweh yang sebelumnya sempat merawat dan kontak dengan orang itu menjalani karantina selama 14 hari di rumah susun sewa (rusunawa) di komplek perumahan RSUD setempat.

Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar